Tuesday, March 11, 2008

Tempe


Description:
Sekar dari kecil suka banget makan tempe. Kalau nggak salah sejak dia umur 1 tahun deh.
Dia bisa makan tempe goreng tiap hari untuk camilan. Sayang disini tempenya beda banget, dia jadi kehilangan selera makan tempe. Mau nggak mau aku coba-coba cari tau cara membuat tempe.
Bersyukur banget nemu di dapurnya mbak Silvie Gill http://keluargacemara.net/dapur/?p=50
Terimakasih banyak Mbak Syl.
Ragi tempenya aku beli dari www.indomart.us harganya $9.99 dapat 1/2 kg. Wuihhh banyak banget deh!!!
Sekarang bisa tiap minggu aku bikin tempe, artinya bisa tiap hari pula kami makan tempe he..he...he...
Malah teman-teman Indonesia lain ikut kecipratan makan tempe juga.
Step by step cara bikinnya bisa lihat di photos.


Ingredients:
1. 1 kg kedelai
2. 2 gr ragi tempe atau sesuai petunjuk dibungkusnya. Harus ragi tempe ya bukan ragi jenis lain.
3. Plastik atau daun pisang untuk membungkus.


Directions:
1. Cuci bersih kedelai lalu rendam selama 24 jam sampai mengembang.
2. Setelah mengembang remas2 kedelai sampai kulit arinya lepas, dan cuci bersih.
3. Rebus dengan air selama 30 menit. Selama proses merebus ini akan muncul buih putih, ambil dan buang.
4. Tiriskan kedelai yang sudah direbus
5. Masukkan kembali dalam panci dan masak lagi tanpa air. Fungsinya untuk mengeringkan kedelai, tapi hati-hati untuk terus diaduk agar tidak gosong karena kedelai mudah gosong.
6. Angkat, taruh di tempat yang lebar dan diangin-anginkan agar kedelai dingin dan cepat kering.
7. Setelah dingin taburi dengan ragi tempe dan campur rata.
8. Bungkus dengan plastik atau daun pisang sesuai selera, dengan ketebalan 2-3 cm.
Tusuk2 plastik dengan tusuk gigi tiap permukaan sebanyak 10 tusukan.
9. Taruh di tempat datar dan ada sirkulasi udaranya. Aku pakai rak untuk cookies. Lalu tempatkan dalam tempat yang tertutup selama 48 jam. Bisa pakai lemari dapur atau tempat apa aja asal tertutup. Aku pakai mesin cuci piringku yang tidak pernah aku pakai he..he...he....
10. Setelah jadi tempe siap dimasak. Biasanya setelah aku keluarin dari tempat pemeraman (mesin cuci piringku), tempe aku biarin dulu di luar sekitar 2 jam agar lebih banyak kapang (warna putih seperti kapas yang terbentuk). Menurutku tempe yang banyak kapangnya kalau digoreng lebih gurih.


Catatan :
Selama proses pembuatan alat yang digunakan harus bersih untuk menghindari kegagalan.
Waktu sampai tempe siap dimasak berbeda2 tergantung keadaan setempat.
Karena ditempatku selalu dingin dan aku buat pas musim dingin, tempeku baru jadi setelah 48 jam kadang lebih.
Kalau menurut Mbak Syl yang resepnya aku pakai ini dia cuma perlu waktu 36 jam.

Thursday, March 6, 2008

Roti Isi Pisang Keju


Description:
Suka banget bikin roti isi ini. Biasanya buat sarapan, lumayan jadi hemat waktu, jadi nggak buru-buru kalau Sekar dan bapaknya mau berangkat pagi. Mana bikinnya lumayan gampang dan jadi banyak lagi he..he...he.... Jadi inget roti Unyil yang belinya sampai antri-antri di Bogor. Kalau dibuat kecil-kecil sama kali ya????

Ingredients:
1. 200 gr tepung terigu protein tinggi/khusus bread
2. 50 gr tepung terigu protein sedang/serba guna
3. 60 gr gula pasir
4. 1/4 sdt garam
5. 1 butir kuning telur
6. 7 gr ragi instan
7. 1/2 sdt bread improver, tidak masalah kalau tidak ada
8. 50 gr margarin/butter
9. 125 ml susu cair dingin
10. 2 buah pisang, potong memanjang menjadi 20 bagian
11. Keju potong memanjang sepanjang potongan pisang
12. 1 bh kuning telur+1sdm susu cair untuk olesan
13. Keju parut untuk taburan


Directions:
1. Campur semua bahan kering, masukkan telur dan margarin/butter, aduk rata.
2. Masukkan susu cair aduk rata. Uleni selama 15-20 menit sampai adonan kalis.
3. Istirahatkan 30 menit, buang gas. Bagi adonan menjadi 20 buah, lalu istirahatkan lagi 15 menit.
4. Kempiskan adonan, lalu bentuk memanjang dengan cara dipulung-pulung.
5. Ambil potongan pisang dan keju, lilit dengan adonan yg telah dipulung memanjang.
6. Olesi dengan kuning telur dan taburi keju parut.
7. Istirahatkan lagi 30 menit sebelum dipanggang dengan suhu 170C selama 20 menit.

TEACHER

This word has deep meaning for me. For the first time, I came here everything was terrible for me. My world changed, Everything was different. The weather, foods, language, and I had no friends. Suddenly, my little girl was gonna changed too. She became an angry girl. Almost all the time she cried. She looks like she is not happy. She jumped around from table to table, she ran around the house. She always paid attention to me. I was crazy!! First three months I lived here was the hardest time of my life.

Until January, 2007, when we moved to our own house, everything was better, except my little girl. She is still wild, but better than before. I can handle her. Now when I am looking our first three months living here, my hearth is full of blessing. Sekar, my little girl, is becoming a good girl. She is cooperating with me, or other ones. A couple of weeks ago, she showed me how to write her name. Amazing!! I almost cried to see her. My little girl has written.

Since September 2007, she joined Alpine Christian Academy (ACA) Pre-K. And at the same time when she went to school, I joined an ESL program to practice my English. She loved school for the first time she came. After school, I always ask her, "Sekar, are you happy?" Just to make sure she enjoys her activity.

After that, she counts from 1 until 20. She can recognize A - Z correctly. But writing her name is out of my expectation. It has happened, because all of the teachers who really care for Sekar. Thank God for all of this. One step of my job to taking care of her is done with their help. Thank you Mrs. Baar, Mrs. Rojo, and Mrs. O' Keeffe. You all make a big difference to Sekar. And thank you Mrs. Rodden for make me confident to write in English. I had a lot of fun when I joined your English class.

Monday, February 25, 2008

Full moon




Foto ini Sila yang ambil, waktu gerhana bulan total Rabu lalu.
Sorry ya bli aku upload duluan di mp-ku he..he...he...
Ini di depan rumah, diambil jam 10 malam, tapi sayang bulannya gak kelihatan.
Sila males keluar rumah krn dingiiinn banget, jadi cuma buka pintu aja trus jepret. Sayang mobil tetangga kelihatan, jadi kurang alami deh. Gpp yeeee

How come you can survive in this country...........

"How come you can survive in this country if you don't have job???"

Kalimat itu membuatku tertegun. Kalimat yang keluar dari mulut gadis berusia 21 thn yang baru aku kenal 2 jam yang lalu di kelas inggrisku, setelah dia tahu aku cuma seorang ibu yg tidak bekerja. Dia baru datang dari Peru sebulan lalu, dan disini dia punya banyak banget pekerjaan, sampai 4 pekerjaan katanya. Di ski resort, di seven eleven, di bla..bla... aku lupa. Dari pertama kenalan dia bilang kalo dia kuliah jurusan bhs inggris di negaranya, tinggal skripsinya aja belum. Dalam hatiku siapa yang tanya he..he...he... sinis deh sorry....

Untuk sekian detik aku seperti tersihir, diam tak berkutik. Setelah sadar aku masih bisa menjawab dengan sopan, khas orang Indonesia. Di kalimat akhir jawabanku, kami sampai dipersimpangan jalan yg membuat kami harus berpisah. Setelah sendiri dan ada kesempatan buatku untuk berpikir, entah kenapa perasaanku jadi sangat terluka. Aku merasa tidak berharga. Aku merasa diremehkan. Sia-sia kehidupan yg sudah aku jalani selama ini. Sampai seharian aku terpuruk. Dipikirnya mungkin aku dari negara yang gimanaaaa kali ya? Orang dia gak tau waktu aku bilang dari Indonesia, kacian deh gue.....

Untung otak warasku masih aku pakai, walaupun aku sempat nangis dan haru biru sampai malam. Yah mungkin ini dilema ibu muda, yg tiba2 berhenti dari aktifitas kesehariannya yang cukup sibuk dengan harus tinggal di rumah. Kalimat2 sederhana semacam itu yang mungkin bagi orang kebanyakan biasa aja, tapi bagiku bisa sangat menyakitkan. Hal-hal yang bisa menghibur diriku segera aku tiup2kan didalam pikiranku. Disini aku tidak kerja bukan karena aku malas, tapi keadaan yg membatasiku harus begitu. Aku nggak punya working permit, dan aku gak mau ngelanggar krn takut Sila kenapa2 krn ulahku. Ditambah lagi aku punya Sekar, yang butuh perhatian ekstra, dan nggak bisa ditinggal kerja full time. Lagian aku punya banyak kesibukan yang fun, seperti ambil kelas, jadi volunteer di sekolah Sekar, main bareng sekar dan teman2nya, rencana ini itu, biking, hiking, berkebun dll.

Hatiku yang semula berwarna biru, tiba2 berbalik menjadi ucapan syukur setelah mengingat segala kebahagiaan yang sudah diberi Tuhan buatku. Apalagi ingat si kecil yang sudah dipercayakan padaku. Aku punya tugas mulia menjaga dan mendidik dia dengan benar. Dan tugas pentingku lainnya menjadi partner yang baik buat Sila. Thanks bli untuk membuatku selalu merasa berharga.

Untuk teman baruku, semoga dengan bertambahnya usia, dia jadi tambah bijaksana untuk bertindak ataupun untuk mengeluarkan kalimat kepada siapapun.

Akhir winter




Pagi ini langit cerah banget, setelah semalam snow sampai lebih dari 2 inchi.
Sementara si genduk asyik nonton acara tv kesayangannya si Dora, aku curi-curi kesempatan keluar rumah. Seakan nggak mau kehilangan moment berharga, aku ceprat-cepret bak fotografer kenamaan he...he...he..... Begini ini pemandangan depan rumahku kalau habis snow, cuantiiikk!!

Friday, February 15, 2008

First Pray

Oh my God.........

Thank you for my mama and papa, thank you for pink bear, thank you for my friends and teachers, thank you for barney sleeper and...............thank you for new shirt. Amen.

Terharu banget waktu putri kecilku untuk pertama kalinya berdoa sendiri. Biasanya sebelum tidur aku atau bapaknya yang menuntun dia berdoa. Tapi tadi malam dia bilang mau berdoa sendiri, mama dengerin aja. Dan.... gitu deh jadinya hasil doanya. He..he...he.... lucuuuu banget. Aku dan bapaknya sampai berkaca-kaca saking terharunya.

Seperti disadarkan ketika aku mendengar doa lucunya. Selama ini sering kalo kita berdoa kebanyakan mohonnya. Minta inilah, minta itulah. Selalu dengan alasan untuk kebaikan kita or untuk kebaikan orang2 sekitar kita. Lupa untuk bersyukur dan berterimakasih atas banyak banget hal yang telah diberi oleh-Nya. Kurang nrimo/pasrah gitu...... Maluuuuuuu deh.

Thanks God for beautiful present that you gave for us in this valentine day.