Wednesday, December 26, 2007

Skiing....................

Natal ini Sila dapat libur 4 hari. Dia berencana mulai belajar ski di libur 4 hari itu. Hari pertama belajar, aku dan Sekar memilih tidak ikut, takut dia terganggu. Hari berikutnya kami ikut. Secara tak terduga putri kecilku merengek minta main ski. Kebetulan pikir kami, karena kami berencana mau ikutin dia ke kelas ski tapi masih kuatir dia nggak tertarik.

Setelah mendaftar dan bayar, aku disuruh pergi dan tidak boleh dekat2 selama Sekar latihan. Ajaibnya Sekar happy2 aja dan nurut aja sama instrukturnya. Aku lihat dari atas kafe, kebetulan ada kaca besarnya. Sepertinya memang gedung itu dirancang begitu. Lucu juga lihat gadis kecilku jatuh bangun he...he...he....

Habis itu dia dibawa naik lift oleh instrukturnya, aku sembunyi biar dia tidak melihatku. Pikirku wah gimana dia nanti, takut tidak ya, nangis tidak ya??? Tapi aku segera menepis pikiran2 kuatirku karena aku percaya disini safety is number one. Ya udah aku tunggu di bawah. Agak lama dia baru muncul lagi, aku tetap sembunyi sambil nonton dia latihan.

Setelah selesai aku jemput, wajahnya bahagia banget. Katanya Sekar skiing, mama. Aku tanya are you happy? Dia jawab dengan gaya singkatnya seperti biasa "yes!!" He...he...he... Syukurlah yang penting dia bahagia. Sila nggak kalah bahagianya, terharu katanya. Biasa Sila lebih peka pada perasaan2 begitu kalo berhubungan dengan gadis kecil kami.

Besoknya Sekar latihan lagi. Ajaib! Kemajuannya pesat banget, dia sudah tidak jatuh2 lagi. Bisa jongkok kalau capek, dan berdiri sendiri lagi. Sudah bisa ngikutin kemana gurunya jalan. Bisa belak-belok sendiri. Sila kalah pintar he...he...he.... Kata orang2 yang sudah berpengalaman, anak2 lebih cepat belajar.

Yah..... diatas semuanya itu yang paling penting adalah Sekar dan Sila happy..... Thanks God......

 

 

 

Tuesday, December 25, 2007

I'll be home for Christmas


I'll be home for Christmas;
You can count on me.
Please have snow and mistletoe
And presents on the tree.

Christmas Eve will find me
Where the love-light gleams.
I'll be home for Christmas
If only in my dreams.......

 

Sempat sedih juga denger lagu ini karena Natal tahun ini aku nggak bisa pulang juga. Aneh tapi terjadi padaku kok aku bisa sedih hanya karena nggak natalan di tanah air. Aku jadi mengerti kenapa dulu temen kuliahku yang perantauan menangis saat kebaktian natal. Saat itu aku cuma berpikir kali mereka kangen keluarganya. Malah aku heran cowok2 kenapa menangis juga he...he...he... Sekarang aku jadi mengerti ternyata romantisme natal untuk orang perantauan dalam banget, setelah aku ngalamin sendiri.

Mudah2an Natal th 2009 aku sudah di rumah bersama keluargaku.   Tunggu kami pulang ya.................!!!!

 


Friday, December 21, 2007

Kastengel

Ini salah satu kue favoritku kalo Natal or Idul Fitri selain Nastar. Yah aku suka kue-kue kuno begini karena sambil makan jadi ingat nostalgia ketika aku dan adik2ku kecil dulu. Indahnya.......

Bahan :

  1. 450 gr terigu
  2. 2 sdm tepung maizena
  3. 150 gr margarin
  4. 150 gr mentega/butter
  5. 1 sdm gula halus
  6. 150 gr keju tua parut (edam, gouda, permesan)
  7. 50 gr keju parut untuk taburan
  8. 3 kuning telur
  9. 1 putih telur
  10. 1 kuning telur + 1 sdm susu cair untuk olesan

Cara membuat :

  1. Kocok margarin, butter dengan kecepatan rendah.
  2. Masukkan telur satu persatu lalu masukkan gula halus.
  3. Masukkan tepung sedikit-sedikit sampai tercampur rata.
  4. Terakhir masukkan keju parut aduk rata.
  5. diamkan dalam lemari pendingin 2 jam.
  6. Tipiskan lalu cetak atau potong sesuai selera. Kalau aku, aku cetak dengan rupa-rupa cetakan cookies
  7. Olesi dengan kuning telur dan taburi dengan keju parut.
  8. Panggang dengan suhu 350F selama 20-25 menit.

 

Thursday, December 20, 2007

Christmas

Dulu waktu masih di Indonesia setiap ada pendeta kotbah ttg makna Natal dan waspada terhadap budaya sekulerisme di hari Natal, aku oke-oke aja. Lha memang kami sekeluarga tidak pernah hingar-bingar kalau ngrayain natal. paling ke gereja pas Christmas eve habis itu pulang sambil ngobrol di depan pohon natal. Itu aja, nggak ada kado, dinner, apalagi party.....

Sampai tahun lalu ketika sudah pindah kesinipun kami masih biasa-biasa aja. Tahun lalu kami masih tinggal di rumah bossnya suami, dan teman2 juga masih segelintir. Paling waktu itu aku cuma melihat perbedaan pada antrean kasir hampir di semua pusat perbelanjaan antreannya seperti ular. panjang banget, kata Sila waktu itu, mereka-mereka yang lagi antre itu sedang heboh belanja kado Natal. Dalam hati enak bener ada yang kasih kado ya he..he...

Tahun ini semua berubah. Dari awal bulan Desember sudah mulai berdatangan undangan christmas party buat kami. Pertama-tama senang ada yang berbeda dengan natal tahun ini. Tapi lama-lama capek juga ya kalau terus-terusan party. Mana potluck lagi, maksudnya yang datang juga harus bawa makanan, bukan cuma tuan rumah yang masak. Jadi kebayang kan aku masak istimewa terus. Mereka minta aku bawa masakan Indonesia biar unik katanya. Untung aja persediaan bahan masih banyak di freezer.

Belum lagi aku harus cari kado natal buat mereka, dan juga buat gurunya Sekar. Ini yang berat karena kata Sila kalo dikasih hadiah bagus takutnya nyogok, trus kalo dikasih hadiah biasa takutnya dibilang murahan. Repot kan suamiku, tapi bener juga. Akhirnya keputusan kami, aku bikin Nastar dan kastengel untuk kado natal buat teman-teman. Huuuh bisa ngebayangin nggak gimana aku terus berkutat dengan tepung dan teman-temannya selama beberapa minggu. Mana yang dikasih banyak lagi. Tapi syukur semua segera berlalu. Urusan nastar dan kastengel selesai tadi malam. Hari ini ada dinner lagi, aku harap ini yang terakhir. Malam ini aku mau bawa rolade beserta gravy-nya, aku nemu resepnya di internet. Sambil nulis ini aku sedang menunggu ketanku masak untuk aku buat lemper. Hhm.. yam..yam... Untung Sila mau berbaik hati jemput Sekar sekolah, jadi aku agak santai.

Selain jadi busy....busy....busy.....hal positifnya ada juga sih kami jadi lebih akrab, dan mereka bisa lebih mengenal aku yang lumayan pendiam. Cie....pendiam karena aku selalu ngomong hati2 takut salah ngomong kalau pake bahasa inggris, ha...ha...ha... maklum gagu he...he....

Aku jadi berpikir kalau sibuk-sibuk begini terus kapan ya kami merenung ttg makna Natal, mensyukuri kasih Tuhan buat kami, membuat komitmen agar lebih baik lagi di tahun depan dsb...dsb....dsb...... Yang ada hanya bahagia sesaat pas party bisa ketawa-ketiwi, kemudian senewen karena kerjaan nggak ada habis-habisnya.

Tuhan ajar kami selalu ingat bersyukur kepada-Mu dalam keadaan sesibuk apapun.

Merry Christmas and Happy New Year 2008

God always loves you all

 

 

Tuesday, December 4, 2007

Nastar (foto menyusul yeee.....!!!)

Ada banyak versi resep nastar. Aku coba-coba mirip-mirip kok hasil akhirnya. Ini salah satu resep yang sering banget aku pakai karena komposisinya mudah diingat dan hasilnya OK.

  • Bahan:
  1. 250 gr terigu
  2. 30 gr tepung maizena/corn starch
  3. 100 gr mentega
  4. 100 gr butter
  5. 20 gr susu bubuk
  6. 60 gr gula halus
  7. 1/4 sdt vanili
  8. 2 butir kuning telur
  9. 1 butir kuning telur+1sdm susu cair untuk olesan

Kalau suka bisa ditambah keju chedar 100gr. Buat mentega dan butternya aku campur antara plain dan salty 1:1 kalau yang ada cuma plain gak papa juga cuma aku tambah 1/4 sdt garam.

  • Cara membuat:
  1. Campur semua bahan kering, aduk lalu ayak.
  2. Masukkan mentega dan kuning telur dalam bahan kering, lalu aduk dengan mixer menggunakan kecepatan rendah sampai rata.
  3. Ambil sebesar kelereng, pipihkan dan isi dengan selai nanas, lalu pulung2 seperti bola.
  4. Tata dalam pan yang sebelumnya diolesi dulu dengan mentega. Olesi kue dengan campuran kuning telur dan susu cair.
  5. Oven dengan suhu 350F selama 20-25 menit. Jangan lupa preheat oven ya.....
  • TIPS:
  1. Jangan mengaduk adonan kue terlalu lama karena akan membuat hasil akhir kue jadi keras. Asal rata saja, ngaduknya jangan seperti mau membuat bread ya..... hi..hi..
  2. Ketika memulung2 adonan kue(waktu mengisi selai) jangan terlalu lama. Usahakan sesedikit mungkin kontak dengan tangan kita karena panas tubuh kita membuat butter leleh akibatnya hasil akhir kue keras.
  3. Begitu sudah selesai dipulung2 segera oven. Jangan dibiarkan berlama2 diluar karena butter akan meleleh sehingga hasil akhir kue akan keras.
  4. Jangan mengisi adonan dengan selai hangat, usahakan buat selai sehari sebelumnya dan masukkan dalam lemari pendingin.
  5. Kalau nggak yakin butter meleleh atau tidak karena kita kelamaan memulung, masukkan hasil pulungan bersama pan-nya selama kurang lebih 10 menit dalam lemari pendingin lalu diolesi kuning telur baru dioven.

Waaaahhh banyak banget ya jangan-nya he..he... emang kue ini termasuk agak ribet kalau mau hasil akhir kuenya lembut dan hancur ketika dimakan didalam mulut. Tapi kalau kita sudah biasa jadi mudah cuma pegel aja mulung2nya. Tapi kebayang kan enaknya ketika sudah jadi he...he....

 

Selai Nanas

  • Bahan:
  1. 1 buah Nanas cukup matang (biar tidak asam)
  2. 2 btg kayu manis
  3. 4 btr cengkeh
  4. 1/4 sdt garam
  5. 200 gr gula
  6. 1 sdm mentega/butter
  • Cara membuat selai nanas:
  1. Kupas lalu parut atau blender nanas. Kalau diblender jangan terlalu lama, nanti terlalu berair. Kira2 10 detik cukup.
  2. Masukkan dalam panci bersama kayu manis,cengkeh, dan garam. Rebus sampai air habis sambil sekali-sekali diaduk2.
  3. Masukkan gula, rebus lagi dengan api kecil sambil diaduk2, sampai tidak berair.
  4. Masukkan mentega/butter dan matikan api.

 

Thursday, November 29, 2007

LET IT SNOW

Oh the weather outside is frightful, 
But the fire is so delightful,
And since we've no place to go,
Let It Snow! Let It Snow! Let It Snow!

It doesn't show signs of Pauseping,
And I've bought some corn for popping,
The lights are turned way down low,
Let It Snow! Let It Snow! Let It Snow!

When we finally kiss goodnight,
How I'll hate going out in the storm!
But if you'll really hold me tight,
All the way home I'll be warm.

The fire is slowly dying,
And, my dear, we're still good-bying,
But as long as you love me so,
Let It Snow! Let It Snow! Let It Snow!
 

Let It Snow – lyricist Sammy Cahn and the composer Jule Styne in 1945

 

Sudah sebulan ini dengar lagu-lagu Christmas di radio, salah satunya lagu Let It Snow. Romantisme kanak-kanakku jadi liar bermunculan setiap kali  mendengar lagu-lagu Christmas menjelang Natal. Terbayang ritual2 yang sering kami lakukan  setiap natal. Pasang pohon natal, bikin kue2, belanja permen, ada baju baru, pergi ke gereja sama2, ada hadiah lagi dari gereja karena aku memang paling rajin sekolah minggu. he...he...he.... Rasanya seperti Lebaran deh!!

Kalau disini Christmas identik dengan snow. Pertama kali dengar lagu ini sempat berpikir kenapa ya judulnya Let It snow?? Padahal liriknya nggak ada hubungannya dengan natal sama sekali. Jadi "ngeh" ketika sampai akhir bulan Nopember salju nggak juga muncul. Snow bener2 ditunggu di negeri ini. Sampai2 ada himbauan di koran lokal " Lets pray for snow". Lucu ya he...he..he... Jadi aneh gitu menjelang natal tanpa snow. Restoran2 sepi, tamu-tamu luar negeri atau luar state yang biasa banyak sekarang nggak kelihatan.

 Awal Oktober sih sempat snow, tapi hilang lagi gara2 matahari terlalu terik. Trus keterusan deh sampai sekarang. Yah.... kita semua yg disini cuma berharap snow segera turun, biar orang2 yg hobby skiing happy ha...ha.... Habis bener-bener gariiiing........!!! Padahal buat aku yang orang asia lebih suka kalo nggak snow habis dingiiin bener. Belum snow aja suhu sudah drop banget 20F (-7C) siang bolong lagi, apalagi kalau snow.

Wednesday, November 28, 2007

Vice Dean

Terharu banget waktu dapat informasi dari milis alumni tentang salah satu temanku yang jadi wakil Dekan di University National Timor Leste. Gimana nggak terharu, kebayang banget waktu pertama kali ketemu pas penataran P4, beliau ini culuuun abis. Maaf ya Ray. Dia ini semangat patriotiknya tinggi banget, badannya juga seperti tentara, tinggi tapi waktu itu dia agak kurusan. Mana teman2 yg asli Surabaya jahil-jahil lagi. Lihat orang lugu gitu dikerjain untuk selalu jawab pertanyaan dengan tegas seperti tentara gitu. Aku jadi ingat dia setiap kali lihat kadet jawab komandannya di film yg aku tonton di TV.  "Sir, yes Sir!!!"

O iya beliau ini waktu itu masuk ke kampusku sebagai Putra Daerah dari Propinsi Timor Timur waktu itu. Dapat beasiswa dengan saringan yang ketat dari daerahnya. Enak ya......... Di semester2 awal aku sering sekelas sama dia karena no absenku yang berdekatan dengan no absennya. Kebayang betapa kita terseok2 bersama saat dapat mata kuliah Mekanika Teknik. Sudah pelajarannya susah dosennya supeeerrrr disiplin (kalo nggak mau bilang killer he..he...) Kami sering ngerjain tugas bareng dibantu teman2 yang otaknya lebih encer dan dengan sukarela ngajarin kita yang susah ngeh-nya he...he....he..... Nggak tahu kenapa waktu itu susah banget ngertinya, padahal disemester berikutnya aku ngajarin adik kelasku lancar2 aja. Sampai2 aku dibilang mumpuni. Mumpuni apanya orang aku dulu cuma dapat nilai C untuk mata kuliah itu ha...ha....ha.....

Bangga banget tahu teman seperjuanganku berhasil dan berguna buat orang2 sekitarnya.  Lamaaaa banget aku tidak bertemu dia kali lebih dari 10 tahun. Awal bulan ini dia mengutus staffnya ke kampusku untuk mengadakan kerjasama dengan Universitasnya. Kebetulan lagi Ketua Jurusan Sipil ITS sekarang teman satu angkatanku. Jadi klop lah.

Semoga hubungan antar kampus ini berguna buat masing-masing pihak, meskipun sekarang sudah tidak satu negara lagi........

God Bless You all my friends...........