Showing posts with label duniaanak. Show all posts
Showing posts with label duniaanak. Show all posts

Friday, September 3, 2010

The Biggest Problem (is in Other People's Minds)

The Biggest Problem

(Is in Other People’s Minds)

by Don Haynie

 

My brother Bobby never listens when I talk;

Pays close attention though, and watches like a hawk.

Took some time for my hands to learn the signs,

But now the two of us, we get along fine. 

Bobby's biggest problem is in other people's minds;

We do things we like to do and have a great time.

Some kids stay away,

But if they knew him they would find Bobby's biggest problem really is in other people's minds. 

I've known Rosa for a year or so by now;

We've been all around,

I sometimes wonder how the doors and the stairs give us trouble with her chair.

It may take longer, but we go everywhere.

Rosa's biggest problem is in other people's mind;

We go where we want to go and have a great time.

Since this city's builders didn't think when they designed,

Rosa's biggest problem really is in other people's minds.

Angie reads to me the poetry she loves;

Hands brush the pages with the gentleness of doves.

Sings me a song from the piano clear and strong,

She's never seen me, yet she's known me all along.

Angie's biggest problem is in other people's minds;

We go hiking, we go swimming, in the summer sunshine,

Anyone can see I'm lucky she's a friend of mine.

And that Angie's biggest problem is in other people's mind.

Sometimes the biggest problem is in other people's mind;

Be exactly who you are, and you'll do just fine.

Things may look impossible, but try and you will find

That the biggest problem really is in other people's, other people's mind –

Someday we will change those people minds!

 

 From Free to be…A Family by Marlo Thomas and Friends.

 

 

Anakku Sekar (6tahun) jadi bengong dan berkaca-kaca ketika pertama kali membaca puisi, tepatnya lirik lagu diatas. Sepertinya dia baru tersadar dari sesuatu. Aku jadi kaget, tidak menyangka responnya akan begitu. Sekar langsung bisa menangkap makna yang tersirat dalam kata-kata dan dalam gambar illustrasi di buku itu. Ternyata anakku sangat sensitif untuk urusan empati begini.

Aku hanya ingin mengajarkan hal sederhana tentang menerima perbedaan fisik teman dengan bijak. Dalam hal ini aku tidak mau menyebutnya kekurangan karena aku tidak mau memberi kesan negatif ke Sekar tentang cacat fisik seseorang. Aku bilang mereka berbeda, sama seperti aku dan Sekar punya rambut berbeda. rambutku lurus dan rambut Sekar agak ikal (dia menyebut dirinya keriting ) dan kami baik-baik saja dengan perbedaan itu. Sama seperti mereka yang bisu, tuli, lumpuh, atau buta mereka berbeda dengan Sekar atau anak-anak lain tapi mereka punya kelebihan lain yang Sekar tidak punya misalnya mereka bisa bahasa isyarat atau membaca huruf Braille. Aku bilang mereka hebat jadi tidak perlu dikasihani. Yang paling penting mereka bahagia dan membuat orang lain bahagia juga. Diakhir pembicaraanku dengan Sekar, dia bilang “The important thing is they are happy no matter what”

 Bagus, tahap pertama pemberian doktrinku sudah diterima dengan baik. Selanjutnya tahap kedua tentang bagaimana reaksinya jika bertemu langsung dengan orang-orang yang aku maksud. Semoga berjalan sesuai harapanku. Sebenarnya dulu dia pernah aku ajak ke deaf camp di Aspen, camp untuk orang bisu tuli. Tapi sepertinya saat itu dia masih terlalu cuek untuk melihat perbedaan. Itulah perpaduan yang aneh dari Sekar cuek tapi sensitif he..he..he…

Wednesday, September 2, 2009

Summer 2009

Summer sudah hampir selesai, cepat banget waktu berlalu. Sepertinya baru kemaren aku mengantar Sekar ke Disney, padahal saat itu baru awal summer, atau malah belum mulai summer ya??

(Kalo main di pinggir sungai spt foto di atas memang favoritnya Sekar, tentu saja sambil nyanyi-nyanyi dan ngomong sendiri alias ngayal)

Ya..ya... makanya bener juga kalau orang sini bilang 'crazy summer' karena emang banyak banget kegiatan di luar rumah. Sepertinya orang-orang berlomba-lomba berkegiatan sebelum akhirnya harus agak ngerem ketika salju mulai menyelimuti bumi.

Meskipun kami pendatang nggak mau kalah dong dengan orang asli sini, ceritanya sengaja buat jadwal gitu biar dibilang sibuk ha..ha..ha.... Kegiatan utama kami tentu saja selalu disesuaikan dengan situasi dan kondisinya Sekar anak semata wayang kami.

1. Ngirim Sekar 2 hari/minggu ke summer school

Kalau sekolah biasa kan Sekar masuk 3 hari/minggu, nah libur summer ini kami masukin dia ke summer school. Maksudnya biar Sekar masih bersosialisasi dengan teman-teman sebaya, selain itu materi summer school yang selalu diajak berkegiatan luar seperti, berkebun, berenang, hiking, eksplorasi taman/danau/sungai membuat Sekar jadi mengenal hal-hal baru. Biaya $47/hari, sama dengan sekolah hari biasa.

2. Ke perpustakaan

Selain pinjam buku, audio book, CD dan DVD, ada banyak acara selama summer ini. Dari story time, menyanyi bersama artis undangan, pertunjukan sulap dll yang diadakan setiap hari Rabu selama summer ini. yang ini semuanya tanpa keluar biaya alias gratis

3. Ice skating class

Meski summer ternyata di Aspen Recreation Center dibuka kelas Ice skating untuk pemula, seminggu sekali hari Kamis selama 1 jam (30 mnt kursus, 30 mnt latihan sendiri), selama summer juga. Biayanya $18/datang. Pertama kali bejalar, Sekar jatuh bangun terus, kasihan banget ngelihatnya, tapi minggu kedua ternyata sekar sudah dapat keseimbangan, cuma jatuh sekali. Good job girl....

 

 

 

 

 

 

4. Vacation Bible Study (VBS)

Ini acara tahunan dari gereja untuk anak-anak selama 3 hari dari jam 9 pagi sampai jam 12 siang, tahun ini themanya tentang gerakan gereja bawah tanah jaman kerajaan Romawi. Jadi panitia memakai kostum jubah2 jaman baheula. Ada menyanyi, menari, permainan, nonton video dan tentu saja pengajaran tentang mengasihi Tuhan dan sesama. Selama itu juga aku kebagian bantu dibagian snack dan tukang foto ketika Sekar dan teman-temannya mengikuti acara. Seperti biasa kalau acara dari gereja kan free...

5. Hiking and biking

 

Nah dua kegiatan ini yang tidak mengenal jadwal. Asal bapaknya Sekar pulang awal pasti kita segera jalan, kalau nggak hiking ya biking, belum lagi weekend. Idenya sederhana dua hal ini adalah hiburan murah nggak pakai keluar biaya, bikin sehat dan nipisin lemak ha..ha.ha.. ketahuan pelitnya deh.... Sekalian ngajarin Sekar tentang lingkungan juga sih, bahasa kerennya belajar dari alam. Sekar sih enjoy aja mau diajak kemana ikuuut.... Tahun ini Sekar mulai naik sepeda sendiri yang dipasang dibelakang sepeda bapaknya, pensiun naik becak ya nak....

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

6. Kegiatan di rumah

Nah kalau pas di rumah lebih bervariasi lagi, biasanya cuma aku dan Sekar sih, pas bapaknya kerja. Dari mulai masak bersama, biasanya masak menu anak-anak seperti sup, pizza mini, pasta, chookies, cake hias, jus buah dll. Selain itu melukis pakai cat poster, mewarnai rumah burung, buat rumah-rumahan dari kardus, buat kartu ucapan, tanda didepan pintu kamar, dan yang paling Sekar suka adalah membuat kostum dari kertas yang dipotong2 dan diwarnai. Lihat tuh bibir Sekar sampai monyong gitu kalau sedang serius menggunting.  Kalau aku sedang dapat pesanan makanan ya Sekar harus main sendiri. Nyiram tanaman sambil main air adalah hobby Sekar lainnya. Jadi ketika acara menyiram tanaman

sore hari tiba Sekar sudah siap dengan baju renangnya buat main basah-basahan.

 

 

 

 

 

 

7. Nonton movie, theatre dan konser

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kalau summer tahu sendiri banyak bermunculan film baru buat anak-anak di bioskop. Kalau pas kebetulan themanya bagus ya kita nonton, kalau kira-kira bakalan banyak adegan pukul2annya kami memilih tidak nonton, katanya nggak baik untuk pertumbuhan mental anak2 cie he..he... Nah favoritnya Sekar nonton theatre alias sendratari. Setiap kali pulang dari nonton theater pasti kalau ngomong apa saja kata2nya dilagukan seperti yang di theater. Nggak ketinggalan bikin kostum dari kertas yang diwarnai sendiri dan tentu saja menari he..he.. kalau ibu2 pasti bisa deh bayanginnya karena pasti anak-anak suka banget begitu. Kalau ke movie dan theatre bayar (harga bervariasi) untuk konser kami sengaja datang ke konser gratis he..he..he.. Kebetulan di Fanny Hill, Snowmass, selalu digelar konser musik gratis setiap hari Kamis sore selama summer. Enak ya gratis melulu he..he..he...

8. Museum Science and Air Show

 

 

 

 

 

Biar lengkap ajak Sekar ke museum dong.... Bayanganku akan lihat barang2 tua seperti ketika aku kecil dulu kalau ke museum, ternyata di Denver Museum ini isinya theatre 4D, planetarium, dan barang2 yang berbau modern lainnya. Sekalinya barang kuno malah mummy beneran, hiii... aku sih nggak suka lama2 disana, auranya kelabu. Kalau airshow diadakan di bandara Rifle, sekali lagi gratis he..he... Mempertontonkan akrobat udara dan pameran pesawat2 tempur jaman dulu.

Apalagi ya...?? Sepertinya aku hanya bisa mengidentifikasin 8 macam saja deh. Yang lain-lain hanya kegiatan2 sederhana seperti hari2 biasa. Semoga ceritaku memberi pencerahan buat ibu-ibu lainnya, buat study banding gitu..... Haiyyaahhh..... he..he..he...

Semoga berguna ya........

Friday, May 16, 2008

The Daddy Difference

Baca artikel ini di majalah "Parenting" membawa pencerahan baru buatku. Selama ini jika bapaknya baru pulang kerja, mendengar suara mobilnya dari jauh aja bisa membuat Sekar kebingungan cari sandal. Sambil berlari2 dia jemput bapaknya. Itu masih standard karena setelah itu dia jumpalitan diluar, kejar2an dan main panjat2an di badan bapaknya. Tentu saja kejadian itu tidak dilakukan mereka tanpa bersuara. Suara mereka berceloteh, teriak2 dan ketawa2 kenceeeeng banget! Malah kalo saking asyiknya becanda jadi nangis. Tapi anehnya kok ya ketawa lagi???

Kalau mandi or ngapain sama bapaknya selalu aja riuh rendah, berisik.....ya ketawalah, teriaklah, nangislah. Tapi herannya kelar juga "I am done" kata sekar. Nah......aku paling gak bisa dengar Sekar teriak2 dan nangis. Pusiiinnggggg..........!!! Kalau udah gitu giliran aku yg sewot sama bapaknya, pikirku gimana sih perasaan seharian baik2 saja, begitu "Raja"-nya pulang kok semua jadi berantakan. Sila sih tetep tenang aja meski aku ngomel........ Kadang kalo aku sudah selesai sewot dia nyeletuk "Are you happy now???" ngejek maksudnya he..he..he... dasar si akang.

Nah ternyata Emily Bloch penulis artikel ini juga mengalami hal yg sama dengan aku. Katanya dia bingung dengan gaya "pengasuhan anak" oleh suaminya yg menurutnya "salah", tapi ketika dia pikirkan ternyata apa yg dilakukan suaminya ketika mengasuh anak, hasil akhirnya sama persis dengan kalo dia lakukan sendiri, malah kadang lebih baik. Dia bilang "So while we're not advising you to become clones of your partners, we do think dads often have some good ticks up their sleeves. Why not celebrate what they do right, and maybe even try one of these tips yourself."

Hal yang biasa dilakukan para bapak adalah :

Membiarkan anak-anak mengambil resiko

Bapak selalu membiarkan anak2nya bermain permainan yg mengandung resiko, dan kadang menawarkan jenis permainan yg menurut ibu beresiko misalnya Sekar yg aktif selalu diajak akrobat sama bapaknya, kadang kedua kakinya dipegang dengan kepala dibawah, atau guling2 dgn kepala duluan alias koprol. Kalo sudah main yg begituan aku selalu kesaaaalll. Mengapa ibu berbeda?? Konon karena ibu dikondisikan melindungi sejak dan selama tahap kehamilan. Jadi menjaga kesehatan dan selalu fokus meminimalkan resiko pada anak2 seakan2 sudah menjadi kebiasaan seorang ibu, sudah mendarah daging. Toleransi yg bisa ibu lakukan sebelum menghentikan kegiatan anak bapak adalah berpikir :

- Apakah benar kegiatan yg sedang mereka lakukan berbahaya?

- Apakah nantinya membuat anak terluka parah atau sekedar terluka sedikit?

Tergantung tingkat kenyamanan ibu saja, kalo memang merasa perlu dihentikan krn berbahaya ya dihentikan saja.

Percaya diri sendiri melebihi yang sudah pengalaman

Ini pengalaman seorang teman, kadang bapak over PD misalnya anak sakit, ibu sudah kebingungan mau digimanain nih anak, atau sudah sibuk telpon teman or dokter, eh si bapak malah nyeletuk nggak papa nanti juga baik sendiri. Yang paling tahu kondisi anak adalah orang tua, jadi sebaiknya ibu dan bapak berunding mengenai kecemasan masing2 sampai akhirnya diputuskan mau dibawa ke dokter atau tidak.

Mengabaikan hal mendetail

Contoh sederhana jika bapak memandikan anak lalu ganti baju. Baju yang dipakai kadang yg bukan pasangannya meskipun warnanya sama. Kalau ibu selalu detail karena yg dikerjakan adalah rutinitas, mulai bajunya warna apa, ikat rambutnya, sandal dll.

Kompromi yang dilakukan oleh ibu adalah berpikir positif aja, selama anak bersama bapak, ibu bisa sedikit istirahat alias santai he..he...he.... Paling enggak bisa lepas dari rutinitas.

Bertingkah seperti anak-anak

Kadang suka aneh aja ketika Sekar dan bapaknya begitu asyik main game di komputer, anehnya karena sering bapak adu argumentasi untuk tetap mempertahankan posisi. Sekarnya kadang nurut aja, kadang ngeyel. Padahal menurutku lha mbok ya ngalah aja bapaknya. Dan ketika mereka berdua menang teriak2 sambil ketawa bersama. Seperti teman main aja, mana bapak mana anak??? Kalo ibu beda karena merasa bertanggung jawab tidak berarti harus tidak menyisakan waktu buat fun bersama anak, itu yg sering ibu lupakan. Sekali-kali bertingkah "konyol" seperti anak2 membuat ibu lebih relaks dan malah anak jadi nurut apa yg ibu suruh krn pikir ibu juga asyik nih jadi teman.

Menunggu sebelum bertindak

Para bapak sepertinya merasa penting untuk mengenalkan masalah kepada anak2 sebelum mereka mengenal arti dunia sebenarnya. Contohnya ketika anak menangis bapak cuma melihat sekilas dan memastikan mereka baik2 saja. Kesannya cuek tapi sebenarnya tetap perhatian, mungkin memang begitu gaya kebanyakan bapak. Beda dengan ibu yg ketika anaknya menangis langsung bertindak entah itu memeluk, menggendong atau mencium.

Kadang perlu buat kebaikan anak membiarkan bapak yang mengatasinya ketika anak menangis atau sedang ada masalah. Baik disini maksudnya agar ketika dia ada masalah dan berada jauh dari lindungan ibu yg penuh perhatian dia merasa tetap baik2 saja.

Lebih fleksibel dalam setiap keadaan

Ini dikarenakan mereka tidak sepanjang hari dan tidak setiap hari berhubungan dengan anak. Bapak mungkin tidak sekuatir tentang rutinitas keseharian anak seperti para ibu. Beda dengan ibu yang meskipun bekerja sepertinya tanggung jawab mengurus anak tetap ditangan ibu.

Jadi menurutku daripada selalu ngomel tentang "keanehan" gaya pengasuhan suami, mendingan sekarang aku mulai berdamai dengan gayanya suami mengasuh Sekar. Toh anak2 sangat perlu figur bapak untuk kedewasaannya kelak.

"Father actually does know best day, and follow his lead."

Sumber : majalah Parenting dan pengalaman pribadi 

 

Wednesday, April 23, 2008

Hati-hati Mengenalkan Kata Belajar pada Anak

Seorang teman bertanya, "Gimana sih caranya biar anak rajin belajar? Anakku susah banget disuruh belajar, malah baru dibilang ayo belajar, tiba2 saja jadi mengantuk. Padahal karena kesal aku bilang ok belajarnya besok aja, anakku serta-merta segar dan main lagi."

Dulu semasa masih kuliah buat bayar spp dll, pekerjaan utamaku menemani belajar anak2 dari Tk s/d SMA alias "ngelesin". Favoritku ngajarin anak TK yg sedang belajar menulis dan ngajarin anak SD. Selama hampir 5 thn aku banyak menemukan fenomena baru ttg anak2. Disitu aku melihat anak2 yg tiba2 mengantuk ketika aku datang he..he...he..... Pertama aku pikir karena mereka sdg capek hari itu. Ehhh..... tapi setiap kali mulai buka buku tiba2 aja mereka ngantuk. What's wrong!! Mana PR-nya segunung lagi. Pikirku, bisa dipecat nih aku! Aku tanya ke ibu anak ybs, ibunya bilang, "Si A emang begitu kalo denger kata belajar langsung ngantuk, makanya saya cari guru les."

Wah.... pikirku pasti ada yg salah. Aku gantian interogasi si anak, jawabannya diluar dugaan "Aku nggak suka belajar. Bosen. PR-ku banyak, sulit lagi. Mama suka marah2." Tapi benar dugaanku si anak menganggap kata belajar spt "MONSTER". Aku tanya lagi lalu kamu sukanya apa? Mulailah si kecil nyerocos ttg hobbynya dan segala macam impiannya. he..he... dari situ aku curi segala informasi ttg si anak.

Ketika aku datang lagi, si kecil tetap dengan gaya ngantuknya. Tapi aku juga sudah siap dengan senjataku. Dia heran ketika aku tidak langsung memulai membuka buku tapi mengeluarkan alat gambar dan menyuruh dia mengambar yg dia sukai. Setelah itu aku mulai tanya2 ttg PR dan mulailah kami "belajar". Ditengah2 acara belajar kami break dulu buat baca buku cerita or nyanyi. Dilain waktu kami bikin kraft dll, pokoknya asal dia enjoy aja dengan suasana belajarku. Lucu deh kaya jadi guru TK di sekolah he..he...he... Sejak itu kebiasaan ngantuknya kalo aku datang menghilang. Thanks God. Malah kata ibunya dia selalu tidak sabar menunggu jadwalku datang he..he... Si kecil jadi sayang sama aku, sering aku dipeluk-peluk, dibuatin kraft dengan tulisan namaku, dibeliin permen dari sekolah, dll. Tapi kompensasinya aku harus menambah jam kerjaku krn aku nggak mau mamanya protes krn aku cuma main2 aja sama si kecil. Akibatnya aku harus lari2 agar jadwal praktikum di kampus hari itu nggak telat....wuihh olahraga deh........ he..he...he...

Si ibu juga bilang nilai anaknya sekarang bagus, syukurlah. Kalo sudah gitu aku jadi dapat bonus ha..ha..ha... Tapi terlepas dari tambah bagus atau tidaknya nilai si kecil, aku pikir yg terpenting adalah mengenalkan kata "BELAJAR" kepadanya dengan cara yang benar. Hati-hati jangan sampai anak alergi duluan terhadap kata itu, akibatnya fatal dan anak jadi tidak berkembang. Usahakan belajar sambil bermain dengan cara mengetahui dulu minat dan hobby anak. Dari situ bisa jadi pedoman permainan apa yg akan dilakukan ketika anak mulai bosan. Dan ketika anak benar-benar bosan hentikan proses belajar akademis. Toh belajar buat anak2 tidak melulu ttg pelajaran akademis, bermain dan mengenalkan anak ttg banyak hal disekitar kita juga merupakan proses belajar buat anak2, dan bermain adalah dunianya mereka. Pastikan pesan yang diterima ke anak adalah "Belajar itu menyenangkan".