Wednesday, May 13, 2009

Chocolate Cake


Description:
Ini resep hasil percobaan beberapa kali dari beberapa resep coklat cake antara lain double chocolate cake-nya Nining dan tccc yang heboh itu.
Awalnya karena sering dapat permintaan bikin coklat cake buat kue ultah tapi aku nggak punya resep yang mantap. Pernah coba bikin yang dicampur yogurt dan cream cheese tapi buat lidahku yang peka rasa asam kok nggak cocok, meskipun kata orang lain yang makan enak. Dari beberapa kali percobaan aku pikir resep ini yang paling oke menurutku.
Resep ganache aku pakai resepnya Nining. Thank you again Ning....

Kue coklat buatanku kali ini khusus dibuat untuk Sekar dan Shania. Aku bikin 1/2 resep saja jadi 2 lapis cake bulat diameter 18 cm. Tuh mereka sudah menunggu........

Chocolate Cake

Ingredients:
10 buah kuning telur
8 buah putih telur
200 gram gula pasir halus
1/2 sdm emulsifier
150 gram tepung terigu serbaguna
50 gram coklat bubuk
130 gram butter, lelehkan
75 gr dark/semisweet cooking chocolate, lelehkan bersama butter
1 sdm vanila cair atau rhum kalo suka.

Chocolate Ganache :
300 ml whip cream
450 gram dark cooking chocolate


Directions:
Lelehkan butter, masukkan dark cooking chocolate, aduk sampai coklat leleh, dinginkan dan sisihkan.
Kocok telur bersama gula dan emulsifier sampai kental.
Masukkan campuran terigu dan coklat bubuk yang sudah diayak, sedikit-sedikit, aduk rata dengan spatula.
Masukkan campuran butter dan coklat leleh, aduk rata.
Tuang dalam 3 buah loyang diameter 24cm yang sudah dioles butter dan dilapis kertas.
Panggang dengan suhu 300F selama 25-30 menit sampai matang.
Angkat dan dinginkan.
Oles satu lapis kue dengan ganache, tutup dengan kue kedua, olesi dengan ganache, tutup kue ketiga, olesi ganache dan ratakan.
Hias sesuai selera. Aku pakai topping buah.

Chocolate Ganache :
Rebus whip cream dengan api kecil sampai mendidih.
Matikan api, masukkan dark cooking chocolate yang sudah dicincang halus, aduk rata sampai meleleh dan rata.
Dinginkan, biarkan didalam kulkas minimal 3 jam.
Kocok dengan mixer kecepatan tinggi sampai mengembang.
Siap digunakan.

Monday, May 4, 2009

A Trip to The Animal Shelter

I was so happy when I discovered that Sekar loves animals. She has a dream that she will become an animal caretaker one day. But her dream always differs every day. Today she wants to become a penguin's caretaker while the other day she wanted to become a dog's caretaker. It is so funny but I am really proud of her.

Since she met Clifford, she love dogs more than other animals, and she asked me to have a dog. I can't allow it because we won't live here in the USA for a long time. One day we will have to go back to Indonesia. But Sekar never gives up. She talks about dogs everyday and even started acting like a dog. She crawls, barks, and whines like a dog at home and at her school too. It makes me sad, because I can't allow it. I asked Kim to take us to the animal shelter in Aspen after she returned from Peru. We had to wait for two weeks. Two weeks for Sekar is a long time to wait. She asked me " Today is already 2 weeks, Mama?" "Is Miss Kim coming today?" Oh my little girl.............

The day to visit animal shelter came. Sekar and I went to the Intercapt lot to meet Kim and then we went to the animal shelter in the ABC building area, across from the Aspen Airport. Sekar couldn't wait to see dogs even though we saw some cute cats and birds. Finally they lent us a dog to walk with. She is an eight year old dog with yellow fur. Her name is Puma. Sekar really loved walking with Puma and Clifford. We walked around the shelter and saw some dogs who were training. They called it dog's school. Wow... that was a good experience for Sekar, and that was so fun for Sekar. I was so happy while I was watching Sekar enjoying herself. Kim gave Sekar a shirt and a book from the animal shelter. The book is a true story. It is about Fraser a rescue dog, the tiltle is "Fraser The Yellow Dog; Rescue on Snowmass Mountain."

After we visited the animal shelter, we had lunch in the Woody Creek Tavern; an unique restaurant in Woody Creek. Sekar loved her dino chiken nugget and fries. Kim and I ate vegetarian meals. It was delicious. Also Kim gave me and Sekar gifts from her vacation to Peru. She showed us her pictures from when she visited Peru. It was great trip and we saw beautiful pictures of Peru.

Sekar really loves her book. Last week she brought it to her school for show and tell. That day was our treat day from you Kim. Thank you very much.

Monday, April 27, 2009

Kue Bugis


Description:
Ini salah satu jajan pasar kesukaanku.
Resep dapat dari Asri, mamanya Vicky, dengan sedikit modifikasi.
Thanks Asri.....
Mau diikutin ke MFM kayaknya sudah telat deh, jadi nggak papa posting sendiri aja deh.

Ingredients:
Tepung ketan 150 gr
Tepung sagu 10 gr
Daun suji 75 ml (aku pakai pasta pandan beberapa tetes aja)
Santan kental 100 ml
Air kapur sirih 1 sendok teh
Minyak goreng untuk olesan

Bahan isi:
250 gr, kelapa parut melintang
100 gr gula merah, sisir
Sedikit garam
daun pandan


Directions:
Campur tepung ketan,tepung sagu,air daun suji,air kapur sirih dan santan.
Aduk dan uleni hingga kalis
Ambil sedikit adonan,bentuk bulat lalu pipihkan.
Taruh adonan isi ditengah, lalu bulatkan lagi.
Taruh di atas daun pisang yang sudah diolesi minyak goreng
Bungkus rapi,kukus 15 menit

Isi:
Campur parutan kelapa ,gula,dan garam,masak sampai mengering.
Ambil sedikit adonan,bentuk bulat.

Sunday, April 26, 2009

Turtles Cake

Kali ini pesenan Heidi Ahrens buat ultah temannya. Heidi tahu aku dari Lara direkturnya EIA tempat aku belajar bahasa Inggris dan jadi office volunteer di sana. Lara sempat lihat MP-ku lalu cerita ke beberapa temannya. Ternyata promosi dari mulut ke mulut lebih efektif dibanding iklan di surat kabar ya....he..he..he... Thanks Lara.....

Kali ini temanya kura2, dengan cake dasar coklat cake. Heidi minta kalau bisa ada 40 ekor kura-kura, tapi karena nggak cukup tempatnya meski kura2nya sudah dibuat kecil-kecil, total kura-kura yg terpasang cuma 28 buah. Senang dapat pesanan menantang begini, jadi makin pinter ho..ho..ho... ke GR-an deh gue. Yang pasti pihak pemesan senang, yang bikin juga senang. Thanks Heidi.

Mau posting step-by step bikin kura2nya juga nih, sudah di foto tapi masih ada pekerjaan lain menunggu. Entar dulu ya....

Tuesday, April 21, 2009

MP Writing Event : When I was a Child - Gadis Kecil Itu Aku

4 April 2009,

Sekar anakku, di usiamu yang bertambah hari ini, aku ingin bercerita tentang seorang gadis kecil. Gadis kecil yang tidak terlalu istimewa buat orang lain, tapi sempat memberi pelajaran berharga buat ibumu ini.

Gadis kecil 12 tahun, dengan rambut warna kuning karena paparan sinar matahari, dengan senyum dan tawa yang selalu melekat di wajahnya, yang seperti tidak mengenal kata lelah jika sedang berlari bersama teman mainnya dan yang selalu menganggap segala sesuatu itu mungkin dilakukan. Gadis kecil yang tergolong mungil ukuran tubuhnya dibanding teman sebayanya, dan berotak cukup cemerlang, yang serta merta sumringah dan bahagia begitu bergabung dengan SMP "kampung kali", SMP terbaik di kotanya saat itu. Keceriaannya, keantusiasannya menyertai dia di hari-hari pertama belajar di sekolah barunya. Golongan dan derajat teman2 di sekolah barunya tidak membuatnya surut semangat dan rendah diri. "Toh aku pintar, makanya bisa masuk ke sekolah ini" begitu selalu pikiran positif yang selalu dia hembuskan untuk membuatnya percaya diri. Di sekolah barunya itu berjejer anak-anak "istimewa" dari anak pejabat, pengusaha, rektor, pegawai negeri sampai anak pegawai 'biasa' seperti dia. Dia berjanji untuk belajar dengan baik dan melakukan yang terbaik agar tidak kalah karena alasan keterbatasan materi.

Namun hal itu hanya bertahan di beberapa bulan awal tahun ajaran. Keantusiasannya, keceriaannya, semangatnya, pun harga dirinya sedikit-sedikit memudar manakala segelintir 'anak-anak istimewa', bocah-bocah laki-laki badung mengusiknya. Mengusiknya hingga melempar dia ke jurang yang sangat dalam sehingga untuk bangkit dan melepaskan diri dari perasaan rendah diri saja sangat sulit. Bagaimana tidak, hanya karena gadis kecil itu punya masalah dengan kulitnya, mereka dengan semena-mena saling mendorong tubuh mungilnya sambil berceloteh yang intinya mereka jijik terhadapnya, atau bahkan melemparkan sesuatu kepadanya. Alangkah malangnya..... Usahanya untuk tetap berprestasi dengan mendapat nilai bagus hingga terpilih dalam tim paduan suara yang cukup bergengsi di sekolahnya yang berhasil menjadi paduan suara terbaik se-Propinsi, tetap tidak membuat bocah-bocah nakal itu berhenti mengusiknya.......

Hal itu berlangsung selama 2 tahun tanpa ada siapapun yang berusaha membela dan tempat untuk mengadu. Tidak kuasa mengadu karena baginya hal itu sangat-sangat memalukan. Seringkali hanya air mata yg mengalir tanpa suara tangisan.

Pun gadis kecil itu tidak tega berbagi sedih kepada orang tuanya. Menurut pikiran bocahnya betapa akan sangat sedih hati orang tuanya, tidak tega dia untuk menambah beban pikiran orang tua yang memang sudah berat untuk membesarkan ke 5 orang anak mereka. Manakala orang tuanya dengan masih sangat bangga bertanya tentang bagaimana sekolahnya, gadis kecil itu selalu menjawab semua baik-baik saja, tentu saja sambil menyembunyikan duka yang dalam.

Sampai suatu saat timbul keberaniannya untuk melawan, ketika dia dikunci di kelas, dia melawan dengan melayangkan tinju ke anak laki-laki yang menguncinya. Selalu dia melawan dengan kekerasan karena menurut hatinya yang sedang dipenuhi amarah cara kekerasan adalah yang terbaik karena dia pikir bocah2 nakal itu sudah menyerangnya secara fisik juga. Suatu saat ketika gadis kecil itu sedang melawan ulah bocah-bocah nakal itu dengan kekerasan, mantan wali kelasnya melihat. Gadis kecil itu begitu gembira karena pikirnya sekaranglah saatnya mereka berhenti mengusik dia dan ibu guru ini akan membela dia. Yang terjadi diluar perkiraannya, ibu guru muda itu membela bocah-bocah laki-laki yang selalu mengganggunya dan malah memberi hukuman kepadanya. Sungguh tidak masuk di logikanya saat itu. Sungguh sangat tidak adil. Apa karena salah satu dari bocah laki2 nakal itu anak rektor sebuah perguruan tinggi berbasis agama sehingga ibu guru cantik itu begitu naif membela mereka.

Pulang ke rumah dengan wajah penuh air mata, menangis dari siang sampai menjelang senja. Meratapi nasib dan mengadu kepada Sang Pencipta...........Bertanya dimana keadilan kepada Sang Pencipta. Tanpa disadarinya selama lebih dari 2 tahun tempatnya mengadu adalah hanya kepada Pencipta dan itu membuat gadis kecil itu mempunyai hubungan pribadi yang cukup dekat dengan Pencipta di usia yang sangat muda. Sungguh sangat beruntung. Dibalik cerita sedih yang sempat membuatnya terpuruk gadis kecil itu menemukan hal yang paling hakiki dalam kehidupannya sebagai manusia.

23 tahun berlalu, gadis kecil itu beranjak dewasa, satu keinginan terbesarnya adalah bertemu lagi dengan bocah-bocah nakal itu lagi dan bilang bahwa semua kenakalan mereka di masa lalu sangat melukai hatinya dan sempat hampir membunuh karakternya. Dorongan kuat sebagai ibu mendorongnya untuk memaparkan fakta kepada ex-bocah2 badung itu yang tentunya sekarang sudah menjadi bapak bahwa mereka harus memastikan anak-anak mereka agar tidak mengikuti kelakuan mereka dulu atau sebaliknya memastikan kalau anak-anak mereka tidak menjadi salah satu korban seperti gadis kecil itu dulu. Stop bullying!!! Sangat berbahaya untuk perkembangan karakter anak-anak kita.

Ya anakku gadis kecil itu seorang ibu sekarang. Seorang ibu dari gadis kecil lain yang cantik. Ya anakku sayang, gadis kecil itu aku, gadis kecil itu ibumu. Satu hal yang aku ingin kamu mengerti dari cerita ini, agar kamu tidak bertindak bodoh seperti gadis kecil itu. Yang menyembunyikan masalah dan perasaan sedih dari orang tua, yang berusaha sampai detik ini menutup rapat-rapat cerita itu dari orang tuaku. Aku ini ibumu anakku, ibu yang melahirkanmu, tentu saja aku siap mendengar apa saja yang menimpamu, seburuk apapun. Aku ingin kamu menganggapku sebagai sahabat, yang tentu saja aku tetap seorang ibu dengan otoritas seorang ibu. Aku berharap aku juga yang membimbingmu untuk bertemu Sang Pencipta secara pribadi, bukan dengan cara sulit seperti yang aku alami dulu. Aku pribadi ingin kamu untuk bisa menghargai orang lain secara utuh, tidak hanya dari penampilan luar saja. Aku dan bapakmu sangat mencintaimu, kami ingin kamu menjadi anak yang berguna buat orang-orang di sekitarmu bukan seseorang yang sekedar memenuhi bumi ini saja.

Selamat ulang tahun Sekar anakku.....

Tulisanku ini aku sertakan di Writing Event yang diselenggarakan mbak Yuli dalam rangka ulang tahun Ezra putranya. Selamat ulang tahun juga ya Ezra....

Foto bersama Laura adikku dan sepupu2ku. Rambutku sengaja dikeriting hi..hi...hi... Kata ibuku biar kelihatan agak gemuk, karena dulu aku memang kuruuusss banget.

Wednesday, April 8, 2009

Pesanan Pertama - Happy Feet Cake

Genap setahun aku belajar dekor kue, tepatnya sejak kenal Nining yang menginspirasi aku untuk belajar dekor kue. Makasih banyak ya Ning..... Senang banget bisa kenal kamu. Nah... kue ini hasil dekor kue pertamaku yang dibayar. Seneng banget he..he...he...

Biasanya aku bagi aja ke temen sebagai hadiah pas mereka ultah. Sempat bingung pas ditanya berapa harga kueku. Lha emang iya, soalnya kalo lihat harga kue di supermarket cuma bisa dibuat beli bahan kueku saja he..he... Maklum mereka beli bahan partai besar aku kan ketengan. Belum upah berapa jam aku kerja dihargai berapa. Akhirnya aku ambil jalan tengah, harga bahan aku tambah ongkos kerja sedikit. Itung-itung bisa tetap latihan dan dibayar, akur kan......

Kue ini dipesan oleh kak Hermi untuk ultah boss-nya. Temanya Happy Feet karena boss kak Hermi yang meskipun sudah berusia 50 tahun ngefans berat sama pinguin satu itu, sampai-sampai koleksi apa aja yang berbau Happy Feet. Yang bikin tambah bahagia kak Hermi telpon setelah acara selesai, katanya boss dan undangan terkagum-kagum sampai-sampai ada yang melotot. he..he...he... Biasa bule kan spontan, untung aja aku nggak disana, bisa meledak kepalaku ha..ha..ha... Thanks kak Hermi sudah mempercayakan kue buat boss padaku.

Ultah Sekar - Toys Box Cake

4 April 2004 Sekar lahir , tepat seminggu setelah ultah ke 30 tahunku. Setiap Sekar ultah aku selalu ingat saat-saat aku melahirkannya. Aku benar-benar bersyukur punya Sekar. Kehidupanku pelan-pelan berubah setelah kehadiran anakku ini. Thank you God for giving Sekar to us.

Hari Minggu lalu kami ngadain syukuran atas kelahirannya. Untuk pertama kalinya aku bikin birthday cake buatnya, jadi bingung mau tentuin tema. Maunya banyak sih, muluk-muluk he..he..he... Akhirnya tanya aja sama Sekar mau dibuatin apa? Dia pilih boneka-boneka kesayangannya dibuat untuk hiasan kue dihias bunga-bunga katanya. Ada pink bear, baby pink bear, green dog, pink dog, dan bunny. Ok baby.....

Bahagia banget lihat sekar bahagia hari itu bersama 3 orang sahabatnya, Shania, Haylie, dan Celina. Ada acara "pinata" yang sudah sejak lama diidam-idamkannya. Pinata itu boneka kertas yang didalamnya berisi permen dan mainan-mainan kecil. Ini budaya orang Mexico tapi sudah sangat umum dilakukan orang sini ketika anak-anak ultah. Cara memainkannya setiap anak diberi kesempatan memukul pinata, terserah mau sekuat-kuatnya juga boleh sampai pinata robek dan keluarlah permen dan mainan di dalamnya. Lalu mereka saling berlomba rebutan isi pinata. Seru buat anak-anak.

Pinatanya Sekar buatan bapaknya sendiri, jadi bentuknya cuma kotak he..he...he... Dan buat keamanan anak-anak, pinata Sekar nggak pakai dipukul, hanya dibuat lubang yang ditarik tali aja hingga isinya keluar.

Nggak banyak sih yang kita undang, cuma teman-teman deket saja. Seperti biasa aku masak nasi kuning dan teman-temannya yang banyak itu. Cukup lemes setelah acara selesai, apalagi setelah itu harus bikin kue lagi untuk pesanan teman dan untuk dibawa ke sekolah Sekar hari ini. Makanya baru upload sekarang cerita ultahnya Sekar.