Hari itu hari Minggu, 19 Desember 2010, hari pertama resital piano buat Sekar. Aku dipenuhi perasaan bangga, bahagia, dan sekaligus tersadar kalau gadis kecilku sudah bukan balita lagi, ketika melihat dia memainkan tuts-tuts piano sore itu. Tidak sia-sia aku menyemangati dan "mengajar" dia selama ini hi..hi... Mengajar? Nggak banget deh krn aku kan tidak bisa main piano. Tepatnya membantu Sekar menghitung ketukan di tiap lagu yang dia mainkan. Jadi teringat setahun lalu ketika tiba-tiba dia merengek minta belajar piano. Nggak salah? Aku dan bapaknya kan tidak bisa main piano. Bingung sendiri, dapat ide dari mana Sekar saat itu. Awalnya aku cuekin krn aku pikir anak kecil maunya banyak, entar juga ilang sendiri. Ternyata selama 2 bulan lebih rengekannya tidak berhenti. Akhirnya kami memutuskan dicoba dulu, ternyata Sekarnya suka dan gurunya bilang Sekar ada bakat. Yasud dilanjut deh sampai sekarang.....
Tuesday, December 21, 2010
Sekar's First Piano Recital, Hotel Colorado, December 19, 2010
Hari itu hari Minggu, 19 Desember 2010, hari pertama resital piano buat Sekar. Aku dipenuhi perasaan bangga, bahagia, dan sekaligus tersadar kalau gadis kecilku sudah bukan balita lagi, ketika melihat dia memainkan tuts-tuts piano sore itu. Tidak sia-sia aku menyemangati dan "mengajar" dia selama ini hi..hi... Mengajar? Nggak banget deh krn aku kan tidak bisa main piano. Tepatnya membantu Sekar menghitung ketukan di tiap lagu yang dia mainkan. Jadi teringat setahun lalu ketika tiba-tiba dia merengek minta belajar piano. Nggak salah? Aku dan bapaknya kan tidak bisa main piano. Bingung sendiri, dapat ide dari mana Sekar saat itu. Awalnya aku cuekin krn aku pikir anak kecil maunya banyak, entar juga ilang sendiri. Ternyata selama 2 bulan lebih rengekannya tidak berhenti. Akhirnya kami memutuskan dicoba dulu, ternyata Sekarnya suka dan gurunya bilang Sekar ada bakat. Yasud dilanjut deh sampai sekarang.....
Monday, December 20, 2010
Molen Pisang Coklat Keju
Description:
Adem-adem gini pengennya ngeteh anget terus. Nah... kalau ngeteh pasti ada temannya dong... Bikin molen aja ya, pakai kulit pastry jadi aja biar gampang dan cepet. Sengaja tidak dibungkus kecil atau satu2 seperti molen Bandung. Aku buat memanjang saja lalu setelah matang baru dipotong-potong. Sama aja kan.... hi..hi..hi.. Penghuni perut sudah nggak sabar nih....
Ingredients:
1 buah kulit pastry jadi (aku pakai puff pastry Pepperidge Farm)
1 buah plantain matang banget (sejenis pisang tanduk), belah dua
2 sdm brown sugar
1 sdm butter, potong2 kecil
50 gr Semisweet chocolate (bisa yg batangan bisa juga pakai coklat butiran)
50 gr keju batangan potong memanjang
Olesan :
1 sdm butter
1 sdm madu
Bisa juga pakai 1 btr kuning telur (aku nggak pakai krn mengurangi telur)
Directions:
1. Keluarkan puff pastry dari freezer, biarkan kurang lebih 30-40 menit di suhu ruang. Buka pelan2 lipatan, jangan sampai robek ya.... Potong memanjang menjadi 2 bagian.
2. Letakkan 1 sdm brown sugar, 1/2 sdm butter, 25 gr coklat, 25 gr keju, dan 1/2 bagian pisang kedalam masing2 bagian.
3. Lipat memanjang, rekatkan ujung2nya. Olesi dengan bahan olesan. Letakkan di loyang yang sudah diolesi butter.
4. Panggang dalam oven dengan suhu 400F selama kurang lebih 25-30 menit atau sampai kuning kecoklatan.
5. Keluarkan dari oven, potong2 dan siap dihidangkan.
Tuesday, December 14, 2010
Buche de Noel
Description:
BitterSweetness is how your life is. Bitter and sweet at the same time like a good chocolate. I am glad you were born and share a part of your life with me and Sekar. This Buche de Noel I made for you and decorated by Sekar. We hope you like it. Happy birthday Sila.
Ingredients:
Chocolate cake :
Pake resep bolu gulung standardnya Nining
6 butir telur
90 gr gula pasir
1 sdt emulsifier
80 gr tepung terigu serbaguna
20 gr susu bubuk (aku ganti dengan coklat bubuk)
1 sdm vanila ekstrak
1 sdm pasta coklat
100 gr butter, dicairkan
Chocolate mouse :
Resep mouse tanpa telur dari Alton Brown yang sudah aku modifikasi.
1/2 cup whipping cream
100 gr semisweet chocolate
1/2 sdm dark rhum (optional)
1 sdm butter
1 sdm puding instan rasa vanila/coklat
Chocolate ganache :
300 ml whip cream
450 gr semisweet chocolate
Directions:
Chocolate cake :
1. Kocok telur, emulsifier, dan gula dengan kecepatan tinggi sampai putih.
2. Masukan terigu sedikit demi sedikit sambil diaduk pelan2 dengan spatulla.
3. Masukkan vanila, coklat pasta, aduk rata. Terakhir masukkan butter cair, aduk rata.
4. Tuang ke dalam loyang ukuran 9x13 inch (kira-kira 25x35cm) yang sudah dialasi kertas roti dan oles mentega. Panggang dengan oven suhu 190C kira2 20-25 menit, atau sampai matang. Test dengan tusuk gigi.
5. Keluarkan dari loyang panas-panas langsung ke atas serbet besar. Gulung menjauhi badan sambil dipadatkan. Biarkan dingin.
6. Buka pelan-pelan, oles dengan filling chocolate mouse, gulung kembali.
7. Siram atau oles dengan coklat ganache, hias sebagai batang pohon atau dengan hiasan tema Natal.
Chocolate mouse :
1. Cairkan coklat dan mentega dengan doble boiller atau dengan microvawe. Masukkan rhum, aduk rata, dinginkan.
2. Campur whipped cream dan puding instan, aduk rata dengan whisk kurang lebih selama 1 menit. Biarkan sampai mengental kurang lebih selama 10 menit.
3. Campur dengan coklat cair, aduk dengan mixer dengan kecepatan tinggi sampai agak mengembang. Siap dioleskan diatas cake colat sebagai filling.
Chocolate ganache :
1. Rebus whipped cream dengan api kecil sampai hampir mendidih. Matikan api.
2. Masukkan coklat, aduk dengan whisk sampai semua coklat meleleh. Siap disiramkan di atas cake gulung. Atau dinginkan dulu kurang lebih 4 jam, lalu kocok dengan mixer kecepatan tinggi, lalu dioleskan di cake gulung seperti butter cream.
Saturday, December 4, 2010
Tum Ayam (Bothok Ayam ala Bali)
Description:
Menu hari ini bothok ayam ala Bali alias Tum dan sayur nangka ala Bali juga alias jukut nangka. Nikmat.... serasa tinggal di Bali he..he..he...
Resep diajari kakanda tercinta yang hari ini sedang sakit batuk, pilek, dan pusing :p
Ingredients:
Bumbu halus (basa gedhe) :
6 bh bawang merah
4 bh bawang putih
5 cm kunyit
4 cm lengkuas
4 cm jahe
3 cm kencur
2 sdt ketumbar
1 sdt merica putih + hitam
5 bh kemiri
3 batang serai bagian putihnya saja
1 sdt terasi
Cabe merah/rawit sesuai selera
500 gr daging ayam, kalau bisa campur bagian dada dan paha krn kalau dada saja terlalu keras (sepa).
1 bh air jeruk limau (aku pakai 4 lbr daun jeruk iris halus)
2 sdm minyak goreng
1/2 cup kelapa parut
Garam sesauai selera
Daun salam potong-potong setengah, untuk diletakkan ditiap2 bungkusan.
Daun pisang dan lidi untuk membungkus
Directions:
1. Cincang kasar daging ayam.
2. Iris-iris semua bumbu halus, lalu cincang sampai halus/lembut. Ini cara memasak bumbu khas Bali. Kalau malas bisa dihaluskan pakai chopper atau blender.
3. Campur bumbu, daging ayam cincang dan sisa bahan lainnya kecuali daun salam. Aduk rata.
4. Siapkan daun pisang, letakkan potongan kecil daun salam, lalu taruh 2 sdm adonan diatasnya. Bungkus dan semat dengan lidi. lanjutkan sampai adonan habis.
5. Kukus minimal selama 30 menit.
6. Siap dihidangkan dengan nasi panas, jukut nangka dan sate manis.
Wednesday, December 1, 2010
Potato Gnocchi with Marinara Turkey Meatball
Description:
Sering dengar dan lihat di tv tentang makanan yang namanya bagiku lucu ini.
Gnocchi (baca nnoqi) adalah makanan Italia sejenis pasta yang terbuat dari kentang atau istilahnya potato dumpling. Rasanya lembut, creamy tapi ringan. Enak deh menurut lidahku. Biasanya disiram saus, bisa saus merah sejenis marinara atau saus putih sejenis bachamel.
Awalnya bulan lalu pas dinner bareng Kim di Italian resto. Biar tahu rasanya trus biar kalau coba bikin sendiri bisa pas ngira2 rasanya seperti apa, jadilah aku pesan gnocchi with veal saus. Kim sendiri pesan risotto krn dia penggemar nasi. Aku nggak suka risotto wong tiap hari juga sdh makan nasi ini hi..hi.. Kaget lihat bill $60 yg harus dibayar untuk 2 jenis makanan tadi dan air putih ditambah 1 buah chocolate mouse yang dimakan berdua tanpa pesan wine (krn kami memang bukan peminum wine) atau minuman lainnya. Aspen..... Aspen..... Untungnya aku ditraktir he..he..he.. Dasar ya suka yg gratisan.....hi..hi..hi...
Nah dari situ semakin berkobar2lah semangatku untuk belajar bikin si cute food ini.
Resep aku dapat dari dapurnya si cantik mbak Giada De Laurentiss yang kalau aku banding2in dari beberapa chef kenamaan resepnya si mbak cantik ini yg paling ringan rasanya dan creamy krn tanpa pakai telur tapi ditambah ricotta cheese jadi sweet creamy.... Resep aslinya pakai saus rasa kayu manis, jadi aku ambil resep gnocchinya aja. Eh Sekar suka banget lho..... :)))
Ok kebanyakan ngomong nih, ayo mulai masak..... :)
Ingredients:
Potato Gnocchi :
2 lb (900gr) kentang
2/3 cup whole milk ricotta cheese
1 1/2 sdt garam
1/4 sdt merica hitam bubuk
1/2 cup tepung serba guna (diresep aslinya 1 1/4 cup, kebanyakan kalau menurutku)
Marinara saus
1/4 cup olive oil
1 bh bawang bombay, cincang halus
2 bh bawang putih cincang halus
1 bh batang besar seledri
1 bh wortel kupas, potong kecil
6 bh tomat besar, kupas, potong2
1/4 sdt merica hitam bubuk
1/4 sdt oregano kering
1/2 sdt persley kering
1 lbr bay leave
Garam & gula sesuai selera
Turkey meatball beli jadi (lagi males bikin)
Permesan cheese parut untuk taburan
Directions:
Gnocchi :
1. Panggang kentang dalam oven sampai matang. (Aku microvawe aja kira2 4 menit untuk 1 bh kentang besar) Kupas kentang lalu haluskan. Campur dengan richota cheese, merica, garam dan tepung. Aduk sampai merata, bagi menjadi 5 bagian berbentuk bola.
2. Taburi meja dengan tepung, dengan tangan pilin2 adonan menjadi bentuk memanjang diameter kira2 1 cm. Potong-potong sepanjang 2 atau 3 cm.
3. Rebus air dalam panci besar sampai mendidih, tambahkan garam. Rebus adonan hanya sampai mengambang saja, angkat tiriskan.
4. Hidangkan dengan siraman saus marinara & turkey meatball ditambah parutan keju permesan.
Marinara saus :
1. Panaskan minyak zaitun, tumis bawang bombay sampai layu.
2. Masukkan bahan2 lain, aduk-aduk sampai sayuran layu.
3. Kecilkan api, tutup panci. Masak kurang lebih selama 15 menit sambil dicek jangan sampai gosong.
4. Setelah matang & agak dingin, blender saus sampai halus.
5. Kembalikan saus ke panci didihkan lagi lalu masukkan turkey meatball. Masak lagi kira2 10 menit dengan api kecil.
Wednesday, September 8, 2010
Asinan Buah
Description:
Panas-panas begini enaknya bikin yang seger-seger ya. Apalagi setiap kali belanja, deretan mangga yang sedang melimpah di pasar selalu melambai-lambai menyapaku hi..hi..hi.. Jadilah aku beli 1 buah mangga setengah mateng dgn ukurannya besar banget untuk dibuat asinan. Setelah dikupas kok kuning, ya wis lah yg penting ada asem2nya. mau beli nanas kok males ya, kebesaran. Mengingat yang makan cuma berdua ini he..he..he....
Ingredients:
2 sdm ebi kering, sangrai haluskan
200 gr gula pasir
1 bh bawang putih, geprek
1 sdm cabai halus (atau sesuai selera)
500 ml air
3 sdm cuka
1 bh mangga ukuran besar
2 bh apel
1 bh ketimun
1/2 bh nanas (aku nggak pakai)
Directions:
1. Rebus air, gula, bawang, cabai halus, dan ebi sampai mendidih dan harum. Dinginkan. Masukkan cuka, aduk rata.
2. Kupas dan iris buah sesuai selera.
3. Masukkan ke dalam air rebusan bumbu. Diamkan di dalam kulkas minimal 4 jam. Sajikan.
Friday, September 3, 2010
The Biggest Problem (is in Other People's Minds)
The Biggest Problem
(Is in Other People’s Minds)
by Don Haynie
My brother Bobby never listens when I talk;
Pays close attention though, and watches like a hawk.
Took some time for my hands to learn the signs,
But now the two of us, we get along fine.
Bobby's biggest problem is in other people's minds;
We do things we like to do and have a great time.
Some kids stay away,
But if they knew him they would find Bobby's biggest problem really is in other people's minds.
I've known
We've been all around,
I sometimes wonder how the doors and the stairs give us trouble with her chair.
It may take longer, but we go everywhere.
We go where we want to go and have a great time.
Since this city's builders didn't think when they designed,
Angie reads to me the poetry she loves;
Hands brush the pages with the gentleness of doves.
Sings me a song from the piano clear and strong,
She's never seen me, yet she's known me all along.
Angie's biggest problem is in other people's minds;
We go hiking, we go swimming, in the summer sunshine,
Anyone can see I'm lucky she's a friend of mine.
And that Angie's biggest problem is in other people's mind.
Sometimes the biggest problem is in other people's mind;
Be exactly who you are, and you'll do just fine.
Things may look impossible, but try and you will find
That the biggest problem really is in other people's, other people's mind –
Someday we will change those people minds!
Anakku Sekar (6tahun) jadi bengong dan berkaca-kaca ketika pertama kali membaca puisi, tepatnya lirik lagu diatas. Sepertinya dia baru tersadar dari sesuatu. Aku jadi kaget, tidak menyangka responnya akan begitu. Sekar langsung bisa menangkap makna yang tersirat dalam kata-kata dan dalam gambar illustrasi di buku itu. Ternyata anakku sangat sensitif untuk urusan empati begini.
Aku hanya ingin mengajarkan hal sederhana tentang menerima perbedaan fisik teman dengan bijak. Dalam hal ini aku tidak mau menyebutnya kekurangan karena aku tidak mau memberi kesan negatif ke Sekar tentang cacat fisik seseorang. Aku bilang mereka berbeda, sama seperti aku dan Sekar punya rambut berbeda. rambutku lurus dan rambut Sekar agak ikal (dia menyebut dirinya keriting ) dan kami baik-baik saja dengan perbedaan itu. Sama seperti mereka yang bisu, tuli, lumpuh, atau buta mereka berbeda dengan Sekar atau anak-anak lain tapi mereka punya kelebihan lain yang Sekar tidak punya misalnya mereka bisa bahasa isyarat atau membaca huruf Braille. Aku bilang mereka hebat jadi tidak perlu dikasihani. Yang paling penting mereka bahagia dan membuat orang lain bahagia juga. Diakhir pembicaraanku dengan Sekar, dia bilang “The important thing is they are happy no matter what”
Bagus, tahap pertama pemberian doktrinku sudah diterima dengan baik. Selanjutnya tahap kedua tentang bagaimana reaksinya jika bertemu langsung dengan orang-orang yang aku maksud. Semoga berjalan sesuai harapanku. Sebenarnya dulu dia pernah aku ajak ke deaf camp di Aspen,