Thursday, November 29, 2007

LET IT SNOW

Oh the weather outside is frightful, 
But the fire is so delightful,
And since we've no place to go,
Let It Snow! Let It Snow! Let It Snow!

It doesn't show signs of Pauseping,
And I've bought some corn for popping,
The lights are turned way down low,
Let It Snow! Let It Snow! Let It Snow!

When we finally kiss goodnight,
How I'll hate going out in the storm!
But if you'll really hold me tight,
All the way home I'll be warm.

The fire is slowly dying,
And, my dear, we're still good-bying,
But as long as you love me so,
Let It Snow! Let It Snow! Let It Snow!
 

Let It Snow – lyricist Sammy Cahn and the composer Jule Styne in 1945

 

Sudah sebulan ini dengar lagu-lagu Christmas di radio, salah satunya lagu Let It Snow. Romantisme kanak-kanakku jadi liar bermunculan setiap kali  mendengar lagu-lagu Christmas menjelang Natal. Terbayang ritual2 yang sering kami lakukan  setiap natal. Pasang pohon natal, bikin kue2, belanja permen, ada baju baru, pergi ke gereja sama2, ada hadiah lagi dari gereja karena aku memang paling rajin sekolah minggu. he...he...he.... Rasanya seperti Lebaran deh!!

Kalau disini Christmas identik dengan snow. Pertama kali dengar lagu ini sempat berpikir kenapa ya judulnya Let It snow?? Padahal liriknya nggak ada hubungannya dengan natal sama sekali. Jadi "ngeh" ketika sampai akhir bulan Nopember salju nggak juga muncul. Snow bener2 ditunggu di negeri ini. Sampai2 ada himbauan di koran lokal " Lets pray for snow". Lucu ya he...he..he... Jadi aneh gitu menjelang natal tanpa snow. Restoran2 sepi, tamu-tamu luar negeri atau luar state yang biasa banyak sekarang nggak kelihatan.

 Awal Oktober sih sempat snow, tapi hilang lagi gara2 matahari terlalu terik. Trus keterusan deh sampai sekarang. Yah.... kita semua yg disini cuma berharap snow segera turun, biar orang2 yg hobby skiing happy ha...ha.... Habis bener-bener gariiiing........!!! Padahal buat aku yang orang asia lebih suka kalo nggak snow habis dingiiin bener. Belum snow aja suhu sudah drop banget 20F (-7C) siang bolong lagi, apalagi kalau snow.

Wednesday, November 28, 2007

Vice Dean

Terharu banget waktu dapat informasi dari milis alumni tentang salah satu temanku yang jadi wakil Dekan di University National Timor Leste. Gimana nggak terharu, kebayang banget waktu pertama kali ketemu pas penataran P4, beliau ini culuuun abis. Maaf ya Ray. Dia ini semangat patriotiknya tinggi banget, badannya juga seperti tentara, tinggi tapi waktu itu dia agak kurusan. Mana teman2 yg asli Surabaya jahil-jahil lagi. Lihat orang lugu gitu dikerjain untuk selalu jawab pertanyaan dengan tegas seperti tentara gitu. Aku jadi ingat dia setiap kali lihat kadet jawab komandannya di film yg aku tonton di TV.  "Sir, yes Sir!!!"

O iya beliau ini waktu itu masuk ke kampusku sebagai Putra Daerah dari Propinsi Timor Timur waktu itu. Dapat beasiswa dengan saringan yang ketat dari daerahnya. Enak ya......... Di semester2 awal aku sering sekelas sama dia karena no absenku yang berdekatan dengan no absennya. Kebayang betapa kita terseok2 bersama saat dapat mata kuliah Mekanika Teknik. Sudah pelajarannya susah dosennya supeeerrrr disiplin (kalo nggak mau bilang killer he..he...) Kami sering ngerjain tugas bareng dibantu teman2 yang otaknya lebih encer dan dengan sukarela ngajarin kita yang susah ngeh-nya he...he....he..... Nggak tahu kenapa waktu itu susah banget ngertinya, padahal disemester berikutnya aku ngajarin adik kelasku lancar2 aja. Sampai2 aku dibilang mumpuni. Mumpuni apanya orang aku dulu cuma dapat nilai C untuk mata kuliah itu ha...ha....ha.....

Bangga banget tahu teman seperjuanganku berhasil dan berguna buat orang2 sekitarnya.  Lamaaaa banget aku tidak bertemu dia kali lebih dari 10 tahun. Awal bulan ini dia mengutus staffnya ke kampusku untuk mengadakan kerjasama dengan Universitasnya. Kebetulan lagi Ketua Jurusan Sipil ITS sekarang teman satu angkatanku. Jadi klop lah.

Semoga hubungan antar kampus ini berguna buat masing-masing pihak, meskipun sekarang sudah tidak satu negara lagi........

God Bless You all my friends...........

 

 

 

Tuesday, November 27, 2007

Maroon Bells


Ini ada oleh2 foto dan sedikit cerita ttg Maroon Bells yg kami kunjungi spring tahun ini. Aku posting karena ini merupakan salah satu tempat favorit kami. Tahun ini aja kami sudah 3 kali kesana. Pertama spring, summer, dan yang terakhir pas daun2 semua kuning.

Maroon Bells yg terletak di sebelah barat Aspen Colorado ini adalah glacial valley, dgn ketinggian sekitar 14.000 feet. Kalo kita foto dengan sudut yg pas Maroon Bells ini bisa kelihatan 2 krn dipantulkan oleh Maroon lake di bawahnya. Seperti bercermin gitu.

Dinamakan Maroon Bells krn warnanya merah dan bentuknya spt lonceng berderet. Difotoku masih kelihatan diselimuti salju, tapi ketika kami datang lagi summer masih bersalju juga meskipun lebih tipis.

Kalo winter bahaya banget krn saljunya tebal dan sewaktu-waktu salju yg dipuncak gunung bisa longsor sampai ke lembah atau ke danau di bawahnya. Makanya kalau winter ditutup dan baru dibuka lagi untuk umum spring sampai fall saja.

Bisa naik bis lho kesana, biasanya bis beroperasi pertengahan Juni, nama bisnya RFTA (Roaring Fork Transportation Authority) dari jam 9 pagi - 5 sore. Ngetemnya di the Aspen Highland Vilage. Tiketnya $8 pp tidak dibatasi waktu karena hampir 1/2 jam sekali ada saja bis yang naik dan turun. Kalau kita naik bis sopirnya selama perjalanan cerita seperti guide gitu. Hanya saja kalau kita naik bis kita tidak bisa berhenti selama perjalanan, padahal pemandangan selama perjalanan cantik banget. Sayang sekali untuk tidak diambil gambarnya.

Kalo mau kemah ada 3 area perkemahan disekitar sana, bayarnya $15 permobil/hari.

Kalau mau hiking ada 4 trail :

1. Maroon Lake trail, cuma 1 mile perjalanan.

2. Falls Loop trail 1.5 mile

3. Maroon Creek trail 3.2 mile

4. Crater Lake trail 3.6 mile.

Kami cuma sampai trail pertama karena ajak si kecil. Kata suami yang pernah sampai Crater Lake trail (foto 1). Pemandangannya indah.......... banget. Aku cuma bisa lihat fotonya hiks...hiks...

Monday, November 26, 2007

Black Friday

Jumat jam 5 pagi aku dibangunin suamiku, malaaaas banget mau bangun. Apalagi acaranya hari itu cuma mau lihat hiruk-pikuknya orang amrik ngeborong barang sale, mereka sebut black friday. Masih setengah tidur aku sempat nyeletuk ke suamiku , "Kamu berangkat sendiri aja ya........ He..he...he.... suamiku tuh yang paling penasaran mau ikut masuk arus gelombang orang belanja. Kebetulan hari itu kami memang tidak sedang ngincar barang sale, takut kebabalasan. he...he.....he.......

Sebelumnya kami jemput 2 orang teman Indonesia yang katanya mau ikutan belanja. Dan benar saja sampai disana ramaiiiiii banget orang belanja. Harga barang2nya pun dibanting habis, rata2 discount yg dipatok lebih dari 50% dari harga semula. Wuih orang2 yang belanja juga semangat tempur he...he.... Aneh tapi nyata, aku sempet lihat ibu2 beli jaket sampai 5 buah. Lha dibuat apa coba!! Belum lagi aneka baju dan pernak-pernik. Itu baru dia, suaminya yang ikutan antre dibelakangnya bawa TV segede gajah he..he.....

Dua orang teman kami juga ikutan ngeborong, namanya juga bujangan. Sedangkan aku malah tungguin anakku main komidi putar he..he... kacian deh gue......Setelah puas kami pindah ke mall lain, he..he... Pemandangan yg bisa dilihat masih sama. Orang-orang yg belanja dengan sangat antusias. Kata teman yang pernah tinggal di LA dan California. Di kota2 besar bahkan malam sebelumnya mereka bela2in antri cuma untuk dapat space antri didepan pintu toko. Mana dingin lagi, tapi mereka enjoy aja nginap di pelataran toko. Brrrr kalo aku nggak ngebelain deh.....

Anakku mulai protes, so kami pulang. Temanku nenteng banyak barang buruan, suamiku dapat 1 bh celana kerja, sedangkan aku nggak dapat apa2. Memang aku sedang tidak cari sesuatu dan sedang jaga iman, takutnya beli barang yang tidak sedang diperlukan. Tahu sendiri perempuan suka lapar mata lihat barang sale. Yang penting aku dapat pengalaman menarik ikutan acara black friday-an. Untung suamiku penasaran ikut, kalo tidak terlewat deh pegalaman unik ini he...he.....he.............

Wednesday, November 14, 2007

Kami




Bahagianya punya mereka berdua. Mereka yang selalu membuat hidupku berwarna. Sering diwarnai buram tapi lebih sering warna cerah.......

Pulang

Pagi ini bangun, aku langsung teringat temanku. Teman baikku, mama yang baik buat anak-anaknya.

Sudah 3 bulan ini dia terpisah dengan anak2nya, yang notabene tidak pernah lepas dari dia barang sedetikpun. Pagi ini mereka bertemu lagi, untuk kemudian pulang ke tanah air. Kalo ingat 3 bulan lalu kami masih bertemu dan anak2 main seperti biasa. Biasalah anak-anak teriak-teriak, tertawa, dan kadang nangis berebut mainan. Hari itu mereka main ke rumahku sampai jam 7 malam. Katanya besok mereka mau ke Independence Pass, jadi aku tenang- aja waktu dia tidak berkabar. Tapi tidak berkabar kok sampai 1 minggu lebih.

Bagai disambar petir, waktu Sila telepon dia ditahan. Aku pikir krn kecelakaan, tapi ternyata krn masalah imigrasi. Aku sampai sulit ngomong. Sedih, menyesal, gak terima campur aduk jadi satu. Rasanya seperti ditinggal mati teman, krn menurut rumor yg beredar dia harus pulang dan baru bisa masuk lagi ke US 10 th lagi atau kalau anak2nya sdh 17thn, krn anak2nya lahir disini. Mana aku baru tahu setelah 1 minggu berlalu. Aku berpikir kenapa bukan ilegal lain yg suka bikin kacau aja yg ketangkap, kenapa harus dia yg hanya seorang ibu rumah tangga. Trus bagaimana nasib anak2nya. Aku memang melankolis kalo sudah sedih. Sampai 2 hari aku terus nangis kalo ingat dia. Apalagi Sekar selalu tanya anak2nya karena saat itu cuma mereka teman2 Sekar. Sampai sekarang Sekar selalu mau mampir ke rumah mereka yg dulu kalau kebetulan lewat, aku jadi sedih lagi.

Aku jadi berpikir kalo aku tahu hari itu hari terakhir kami bertemu, aku akan istimewakan mereka. Manusia memang cuma bisa berandai2, besoknya dia diambil paksa didepan anak2nya. Sedih banget bayanginnya, terbayang anak2 nangis dan ngebayangin kalo aku yg harus dipisahkan dgn Sekar.

Mungkin itu yang terbaik buat mereka. Walaupun aku berpikir kenapa kadang hidup ini tidak adil. Mereka pulang ke tanah air, membuka lembaran hidup baru. Aku hanya bisa mendoakan mereka bahagia, dan kami bisa bertemu lagi kalau kami pulang ke tanah air 2 thn lagi.

Selamat jalan sahabatku, Tuhan pasti melindungimu...........

Blood Test

Sedih dan kesal. Di Indonesia yg apa2 bisa di akali, aku tidak berhasil mendapatkan bukti bahwa anakku sudah lengkap imunisasi dasarnya. Paling tidak aku mendapatkan secarik kertas yg menerangkan bahwa dia benar2 sudah diimunisasi. Pikiranku jadi berandai-andai. Andai kami masih di Indonesia, andai aku sendiri yg ngurus surat itu, andai.....andai dan sejuta andai...........

Aku tidak pernah membayangkan kalau masalah ini akan jadi serius, sampai2 anakku harus ditest darah untuk mencari kebenaran dia sudah diimunisasi. Jadi darah diambil trus ditest apakah mengandung vaksin2 yang pernah dimasukkan ke tubuhnya dulu. Ada solusi lain yaitu di vaksin ulang. O my God, aku gak tega ngebayangin tubuh mungilnya dimasukin vaksin lagi dan melihat reaksinya lagi. Lagian dia kan sudah pernah, kalo belom pernah sih gak papa. Dari segi biaya mungkin vaksin ulang lebih murah, tapi kami takut efeknya.

Kemarin aja waktu lihat dia diambil darahnya aku sudah nggak tega lihat dia nangis. Lumayan banyak ada kali 30cc, mana diambilnya pakai selang kaya mau transfusi darah gitu. Hasil test darah baru selesai 1 minggu lagi. Mudah2an hasilnya seperti yang kita harapkan, jadi tidak perlu tindakan lain2 lagi. Aku jadi nyesel banget sampai kartu imunisasinya raib. Maapin mama ya Sekar............... 

Untuk rekan-rekan yang mau hijrah ke LN, harap kartu imunisasi anak2nya dibawa, kalo sudah hilang minta surat keterangan dari dokter. Karena kalau masuk sekolah salah satu syaratnya adalah kartu imunisasi.

 

Monday, November 12, 2007

Imunisasi

Salah satu syarat diterima sekolah disini harus menyerahkan bukti bahwa anak kita sudah lengkap imunisasinya. Yang jadi masalah KMS anakku gak aku bawa.

Sudah minta tolong teman bongkar kontainer yg aku tinggal di rumah, ternyata gak ketemu juga. Aku lupa taruh dimana, kali ikut terbuang mengingat proses kepindahan kami kesini yang super kilat. he...he...Sila suka banget ngerjain aku. Kali dia pikir istrinya super hero yg bisa bergerak cepat he..he...

Akhirnya kami buat janji dgn dokter disini, bilang kalo Sekar sdh lengkap imunisasi dasarnya. Karena dia memang cuma dapat imunisasi dasar, alasannya aku takut thd efek imunisasi yang lain, meskipun itu masih pro-kontra.

Tapi masalahnya aku lupa imunisasi dasarnya apa2 aja. Makanya aku cari di google dan ketemu artikel ini. Semoga berguna.

 

Imunisasi
Dr. Sophia Theophilus


uhan menciptakan setiap makhluk hidup dengan kemampuan untuk mempertahankan diri terhadap ancaman dari luar dirinya. Salah satu ancaman terhadap manusia adalah penyakit, terutama penyakit infeksi yang dibawa oleh berbagai macam mikroba seperti virus, bakteri, parasit, jamur. Tubuh mempunyai cara dan alat untuk mengatasi penyakit sampai batas tertentu. Beberapa jenis penyakit seperti pilek, batuk, dan cacar air dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan. Dalam hal ini dikatakan bahwa sistem pertahanan tubuh (sistem imun) orang tersebut cukup baik untuk mengatasi dan mengalahkan kuman-kuman penyakit itu. Tetapi bila kuman penyakit itu ganas, sistem pertahanan tubuh (terutama pada anak-anak atau pada orang dewasa dengan daya tahan tubuh yang lemah) tidak mampu mencegah kuman itu berkembang biak, sehingga dapat mengakibatkan penyakit berat yang membawa kepada cacat atau kematian.

Apakah yang dimaksudkan dengan sistem imun? Kata imun berasal dari bahasa Latin ‘immunitas’ yang berarti pembebasan (kekebalan) yang diberikan kepada para senator Romawi selama masa jabatan mereka terhadap kewajiban sebagai warganegara biasa dan terhadap dakwaan. Dalam sejarah, istilah ini kemudian berkembang sehingga pengertiannya berubah menjadi perlindungan terhadap penyakit, dan lebih spesifik lagi, terhadap penyakit menular. Sistem imun adalah suatu sistem dalam tubuh yang terdiri dari sel-sel serta produk zat-zat yang dihasilkannya, yang bekerja sama secara kolektif dan terkoordinir untuk melawan benda asing seperti kuman-kuman penyakit atau racunnya, yang masuk ke dalam tubuh.

Kuman disebut antigen. Pada saat pertama kali antigen masuk ke dalam tubuh, maka sebagai reaksinya tubuh akan membuat zat anti yang disebut dengan antibodi. Pada umumnya, reaksi pertama tubuh untuk membentuk antibodi tidak terlalu kuat, karena tubuh belum mempunyai "pengalaman." Tetapi pada reaksi yang ke-2, ke-3 dan seterusnya, tubuh sudah mempunyai memori untuk mengenali antigen tersebut sehingga pembentukan antibodi terjadi dalam waktu yang lebih cepat dan dalam jumlah yang lebih banyak. Itulah sebabnya, pada beberapa jenis penyakit yang dianggap berbahaya, dilakukan tindakan imunisasi atau vaksinasi. Hal ini dimaksudkan sebagai tindakan pencegahan agar tubuh tidak terjangkit penyakit tersebut, atau seandainya terkena pun, tidak akan menimbulkan akibat yang fatal.

Imunisasi ada dua macam, yaitu imunisasi aktif dan pasif. Imunisasi aktif adalah pemberian kuman atau racun kuman yang sudah dilemahkan atau dimatikan dengan tujuan untuk merangsang tubuh memproduksi antibodi sendiri. Contohnya adalah imunisasi polio atau campak. Sedangkan imunisasi pasif adalah penyuntikan sejumlah antibodi, sehingga kadar antibodi dalam tubuh meningkat. Contohnya adalah penyuntikan ATS (Anti Tetanus Serum) pada orang yang mengalami luka kecelakaan. Contoh lain adalah yang terdapat pada bayi yang baru lahir dimana bayi tersebut menerima berbagai jenis antibodi dari ibunya melalui darah placenta selama masa kandungan, misalnya antibodi terhadap campak.

JENIS IMUNISASI
Sesuai dengan program pemerintah, anak-anak wajib mendapatkan imunisasi dasar terhadap tujuh macam penyakit yaitu TBC, difteria, tetanus, batuk rejan (pertusis), polio, campak (measles, morbili) dan hepatitis B. Sedangkan imunisasi terhadap penyakit lain seperti gondongan (mumps), campak Jerman (rubella), tifus, radang selaput otak (meningitis) Hib, hepatitis A, cacar air (chicken pox, varicella) dan rabies tidak diwajibkan, tetapi dianjurkan.
Berikut ini penjelasan mengenai beberapa vaksin yang sering diberikan pada anak:

1. Vaksin BCG

Penularan penyakit TBC terhadap seorang anak dapat terjadi karena terhirupnya percikan udara yang mengandung kuman TBC. Kuman ini dapat menyerang berbagai organ tubuh, seperti paru-paru (paling sering terjadi), kelenjar getah bening, tulang, sendi, ginjal, hati, atau selaput otak (yang terberat). Pemberian imunisasi BCG sebaiknya dilakukan pada bayi yang baru lahir sampai usia 12 bulan, tetapi imunisasi ini sebaiknya dilakukan sebelum bayi berumur 2 bulan. Imunisasi ini cukup diberikan satu kali saja. Bila pemberian imunisasi ini "berhasil," maka setelah beberapa minggu di tempat suntikan akan timbul benjolan kecil. Karena luka suntikan meninggalkan bekas, maka pada bayi perempuan, suntikan sebaiknya dilakukan di paha kanan atas. Biasanya setelah suntikan BCG diberikan, bayi tidak menderita demam.

2. Vaksin DPT (Difteria, Pertusis, Tetanus)
Kuman difteri sangat ganas dan mudah menular. Gejalanya adalah demam tinggi dan tampak adanya selaput putih kotor pada tonsil (amandel) yang dengan cepat meluas dan menutupi jalan napas. Selain itu racun yang dihasilkan kuman difteri dapat menyerang otot jantung, ginjal, dan beberapa serabut saraf. Racun dari kuman tetanus merusak sel saraf pusat tulang belakang, mengakibatkan kejang dan kaku seluruh tubuh. Pertusis (batuk 100 hari) cukup parah bila menyerang anak balita, bahkan penyakit ini dapat menyebabkan kematian.
Di Indonesia vaksin terhadap difteri, pertusis, dan tetanus terdapat dalam 3 jenis kemasan, yaitu: kemasan tunggal khusus untuk tetanus, bentuk kombinasi DT, dan kombinasi DPT. Imunisasi dasar DPT diberikan 3 kali, yaitu sejak bayi berumur 2 bulan dengan selang waktu penyuntikan minimal selama 4 minggu. Suntikan pertama tidak memberikan perlindungan apa-apa, itu sebabnya suntikan ini harus diberikan sebanyak 3 kali. Imunisasi ulang pertama dilakukan pada usia 1 _ - 2 tahun atau kurang lebih 1 tahun setelah suntikan imunisasi dasar ke-3. Imunisasi ulang berikutnya dilakukan pada usia 6 tahun atau kelas 1 SD. Pada saat kelas 6 SD diberikan lagi imunisasi ulang dengan vaksin DT (tanpa P). Reaksi yang terjadi biasanya demam ringan, pembengkakan dan nyeri di tempat suntikan selama 1-2 hari. Imunisasi ini tidak boleh diberikan kepada anak yang sakit parah dan yang menderita kejang demam kompleks.

3. Vaksin Polio
Gejala yang umum terjadi akibat serangan virus polio adalah anak mendadak lumpuh pada salah satu anggota geraknya setelah demam selama 2-5 hari. Terdapat 2 jenis vaksin yang beredar, dan di Indonesia yang umum diberikan adalah vaksin Sabin (kuman yang dilemahkan). Cara pemberiannya melalui mulut.
Di beberapa negara dikenal pula Tetravaccine, yaitu kombinasi DPT dan polio. Imunisasi dasar diberikan sejak anak baru lahir atau berumur beberapa hari dan selanjutnya diberikan setiap 4-6 minggu. Pemberian vaksin polio dapat dilakukan bersamaan dengan BCG, vaksin hepatitis B, dan DPT. Imunisasi ulangan diberikan bersamaan dengan imunisasi ulang DPT.

4. Vaksin Campak (Morbili, Measles)
Penyakit ini sangat mudah menular. Gejala yang khas adalah timbulnya bercak-bercak merah di kulit setelah 3-5 hari anak menderita demam, batuk, atau pilek. Bercak merah ini mula-mula timbul di pipi yang menjalar ke muka, tubuh, dan anggota badan. Bercak merah ini akan menjadi coklat kehitaman dan menghilang dalam waktu 7-10 hari.
Pada stadium demam, penyakit campak sangat mudah menular. Sedangkan pada anak yang kurang gizi, penyakit ini dapat diikuti oleh komplikasi yang cukup berat seperti radang otak (encephalitis), radang paru, atau radang saluran kencing. Bayi baru lahir biasanya telah mendapat kekebalan pasif dari ibunya ketika dalam kandungan dan kekebalan ini bertahan hingga usia bayi mencapai 6 bulan.
Imunisasi campak diberikan kepada anak usia 9 bulan. Biasanya tidak terdapat reaksi akibat imunisasi. Namun adakalanya terjadi demam ringan atau sedikit bercak merah pada pipi di bawah telinga, atau pembengkakan pada tempat suntikan.

5. Vaksin Hepatitis B
Cara penularan hepatitis B dapat terjadi melalui mulut, transfusi darah, dan jarum suntik. Pada bayi, hepatitis B dapat tertular dari ibu melalui plasenta semasa bayi dalam kandungan atau pada saat kelahiran. Virus ini menyerang hati dan dapat menjadi kronik/menahun yang mungkin berkembang menjadi cirrhosis (pengerasan) hati dan kanker hati di kemudian hari. Imunisasi dasar hepatitis B diberikan 3 kali dengan tenggang waktu 1 bulan antara suntikan pertama dan kedua, dan tenggang waktu 5 bulan antara suntikan kedua dan ketiga. Imunisasi ulang diberikan 5 tahun setelah pemberian imunisasi dasar.

6. Vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella)
Vaksin ini masih diimpor dan harganya cukup mahal. Penyakit gondongan sebenarnya tidak berbahaya, tetapi bisa mengakibatkan komplikasi yang serius seperti radang otak dan radang buah pelir (pada pria) atau kandung telur (pada wanita) dan dapat mengakibatkan kemandulan. Penyakit rubella sebenarnya ringan, tetapi dapat membahayakan karena dapat merusak janin dalam kandungan pada masa kehamilan muda. Imunisasi MMR diberikan satu kali setelah anak berumur 15 bulan. Imunisasi ulang dilakukan setelah anak berusia 12 tahun.

7. Vaksin Tifus/ Demam Tifoid
Vaksin ini tidak diwajibkan dengan pertimbangan bahwa penyakit tifus tidak berbahaya pada anak dan jarang menimbulkan komplikasi. Gejala penyakit yang khas adalah demam tinggi yang dapat berlangsung lebih dari 1 minggu disertai dengan lidah yang tampak kotor, sakit kepala, mulut kering, rasa mual, lesu, dan kadang-kadang disertai sembelit atau mencret. Ada 2 jenis vaksin demam tifoid, yaitu vaksin oral (Vivotif) dan vaksin suntikan (TyphimVi). Vaksin suntikan diberikan sekali pada anak umur 2 tahun dan diulang setiap 3 tahun. Vaksin oral diberikan pada anak umur 6 tahun atau lebih. Kemasan vaksin oral terdiri dari 3 kapsul yang diminum sekali sehari dengan selang waktu 1 hari.

8. Vaksin Radang Selaput Otak Haemophilus influenzae tipe B (Hib)
Penyakit ini berbahaya dan paling sering menyerang anak usia 6-12 bulan. Radang selaput otak Hib sering mengakibatkan cacat saraf atau kematian. Di Indonesia telah beredar 2 jenis vaksin Hib, yaitu ActHIB buatan Perancis dan PedvaxHIB buatan USA.
PedvaxHIB: Imunisasi dasar diberikan 2 kali pada usia 2-14 bulan dengan selang waktu 2 bulan. Bila dosis kedua diberikan pada usia di bawah 12 bulan, maka imunisasi ulangan harus diberikan paling cepat 2 bulan setelah suntikan kedua. Untuk anak yang baru mendapat imunisasi setelah berusia lebih dari 15 bulan, maka imunisasi cukup diberikan satu kali tanpa ulangan.
ActHIB: Imunisasi dasar diberikan pada usia 2-6 bulan sebanyak 3 kali dengan jarak waktu 1-2 bulan. Imunisasi ulangan diberikan 12 bulan setelah imunisasi terakhir. Bila imunisasi diberikan pada usia 1-5 tahun maka cukup diberikan satu kali tanpa ulangan.

9. Vaksin Hepatitis A
Walaupun gejalanya lebih nyata dan lebih berat dari hepatitis B, penyakit ini jarang menyebabkan komplikasi atau kematian. Tanda-tandanya adalah demam, mual, lesu, mata dan kulit kekuningan disertai warna kencing seperti air teh. Biasanya akan sembuh dalam waktu 2-3 minggu. Imunisasi dasar dengan vaksin Havrix diberikan 2 kali dengan selang waktu 2-4 minggu. Dosis ke-3 diberikan 6 bulan setelah suntikan pertama.

10. Vaksin Cacar Air (Varicella)
Cacar air merupakan penyakit yang sangat menular, tetapi ringan. Gejalanya khas, mula-mula timbul bintik kemerahan yang makin membesar membentuk gelembung berisi air dan akhirnya mengering dalam waktu 1 minggu. Gejala ini mula-mula muncul di daerah perut, dada dan punggung, kemudian menyebar ke muka, kepala dan anggota badan. Komplikasi yang mungkin timbul adalah radang kulit, radang paru (pneumonia), radang otak (encephalitis), atau varicella kongenital bila ibu menderita varicella pada kehamilan muda. Harga vaksin (Varillix) masih mahal, karena itu direkomendasikan diberikan pada anak berusia di atas 12 tahun yang belum pernah terkena varicella dan diulang 6-8 minggu kemudian.

Jadwal Pemberian Imunisasi Wajib

1 bulan     : Hepatitis B-1, BCG, OPV-1 (oral polio vaccine)

2 bulan     : Hepatitis B-2, DPT-1, OPV-2 (oral polio vaccine)

3 bulan     : DPT-2, OPV-3 (oral polio vaccine)

4 bulan     : DPT-3, OPV-4 (oral polio vaccine)

7 bulan     : Hepatitis B-3

9 bulan     : Campak

 

Sekar Sekolah

Hari ini (26 Sept 2007) aku bahagia banget krn ini hari pertama Sekar masuk sekolah. Pagi ini dia berangkat sendiri diantar Sila, aku nggak ikut antar. Dia ok2 aja happy malah dan bilang Mama at home cooking Sekar go to school. Bye Mama. Aku terharu dan sedih. Terharu krn dia mandiri, sedih krn harus jauhan sama Sekar. Sampai nangis aku setelah Sekar pergi. Gak lama Sila telp katanya Sekar gak rewel, langsung masuk kelas, dan Sila kerja.

Mungkin bagi orang lain bukan hal yang istimewa, tapi bagi kami ber-3 hal ini sangat2 istimewa. Sejak awal tahun, Sekar sudah jadi daftar tunggu di salah satu preschool disini, sampai akhirnya dipanggil untuk bisa sekolah tgl 5 Sept kemaren.
Kami senang banget krn dgn sekolah dia bisa punya teman. Disini jarang banget anak2, sepertinya orang amrik gak suka punya anak ya?? he..he...

Tapi apa yg terjadi, tgl 30 Agustus waktu sila ke sekolah untuk kasih cek mereka bilang Sekar gak dapat kursi, jadi nanti akan dihub lagi. Wah bagai disambar petir. Kami kecewa tapi mau bilang apa lagi, kami tetap berkeras masuk sekolah itu krn bagus, padahal mahal banget.Tapi kami pikir demi anak gpp. Kami masih tunggu dgn tidak cari sekolah lain.

Suatu hari iseng2 aku baca2 salah satu brosur yg sempat diambil Sila waktu cari2 sekolah dulu.Disitu ada salah satu sekolah yg mengajarkan dasar2 agama dalam kurikulumnya. Aku masih gak tertarik krn agak jauh dari rumah. Malas antar jemputnya he..he...
Tapi gak tau kenapa aku terus mikirin, sampai akhirrnya aku berdoa untuk diberi pencerahan. Ternyata Sila berpikiran sama lebih baik Sekar masuk sekolah itu daripada sekolah lain yg sekuler.

Paginya Sila ambil cuti untuk cari sekolah. Pertama kita langsung datangi sekolah itu. Sekar langsung diterima dan bisa masuk mulai Rabu, dapat 3x seminggu. Ajaib kita gak perlu keliling dari satu sekolah ke sekolah lainnya karena biasanya kalo sekolah sdh berjalan beberapa minggu gak asal terima murid baru dan harus jadi daftar tunggu dulu.

Ternyata, Tuhan pengen Sekar sekolah disana untuk sejak dini kenal pencipta-Nya. Walau sekeras apapun usahaku untuk menjauh-Nya, Dia tetap pegang erat. Makanya pagi ini aku tak henti2nya bersyukur.
Aneh kalo dipikir secara logika, tapi ternyata Tuhan tetap selalu pegang erat kami walau kami sering pakai cara kami sendiri yang kami anggap itu terbaik buat kami

Semoga ceritaku ini bisa membuat siapa yang membaca tambah sayang sama Sang Pencipta.

My girl




Seneng banget diberi kepercayaan menjaga titipanNya
Sampai-sampai setiap detik ingin selalu mengabadikan perkembangannya.
Thank you God. This is really wonderful for us.